JAKARTA - PT Merck Tbk (MERK) meraih pendapatan Rp1,12 triliun atau meningkat 6% dari Rp1,06 triliun pada 2021. Selain itu, laba usaha juga meningkat dari Rp192 miliar menjadi Rp239 miliar pada 2022, atau naik 25%.
Dikutip Harian Neraca, Selasa (4/4/2023) Peningkatan kinerja keuangan MERK ini juga tercermin dari laba bersih yang berhasil dicapai pada 2022 sebesar Rp180 miliar, meningkat 37% dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp132 miliar. Sementara itu, total penghasilan komprehensif pada tahun 2022 mencapai Rp181 miliar, meningkat 43% dari tahun sebelumnya sebesar Rp126 miliar.
Perseroan mengungkapkan, bisnis obat resep (Biopharma) berhasil tumbuh sebesar 24%, melampaui target 2022 sebesar 17% dan memberikan kontribusi sebesar 65% terhadap total pendapatan perseroan. Sementara itu bisnis obat bebas (OTC) yang diproduksi untuk P&G memberikan kontribusi sebesar 26% terhadap pendapatan perseroan.
Produk-produk kardiometabolik berhasil tumbuh sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya dan mencatatkan pencapaian 14% di atas target. Kelompok produk diabetes berhasil mencapai target penjualan dan tumbuh sebesar 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Area terapeutik kesuburan berhasil mencatatkan pencapaian 15% di atas target dan tumbuh sebesar 21% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kelompok produk onkologi berhasil membukukan pencapaian 85% di atas target dan tumbuh secara signifikan dibandingkan tahun lalu sebesar 73%.
Sedangkan kelompok produk Growth Hormone berhasil mencapai pencapaian 14% di atas target dengan pertumbuhan 40% dibandingkan tahun lalu. Di sisi lain, total aset Merck pada 2022 tercatat mencapai Rp1.038 miliar, naik 1% dari tahun sebelumnya.
Namun, liabilitas berhasil turun 18% dari tahun sebelumnya menjadi Rp280 miliar karena liabilitas jangka pendek lainnya lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Ekuitas pada tahun 2022 juga meningkat 11% menjadi Rp757 miliar disebabkan oleh meningkatnya saldo laba.
Rasio liabilitas terhadap total aset tahun 2022 tercatat sebesar 0,27, relatif stabil dibandingkan tahun 2021 yaitu 0,33. Tidak ada perubahan di dalam kemampuan Perseroan untuk membayar kewajibannya tepat waktu.
Selain itu, rasio laba terhadap aset (ROA) MERK tercatat meningkat 17,33% dari 12,83% di tahun 2021 dan rasio laba terhadap ekuitas (ROE) naik menjadi 23,75% di tahun 2022 dibandingkan dengan 19,25% di tahun 2021. Disebutkan, kenaikan kedua rasio tersebut disebabkan oleh peningkatan laba bersih yang signifikan di tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.