JAKARTA - Penerimaan bea keluar dan cukai pada Maret 2023 mengalami penurunan 8,93% dibandingkan tahun lalu. Hingga Maret 2023, penerimaan bea masuk, bea keluar, dan cukai yang mencapai Rp72,24 triliun atau 23,83% dari total target yang diberikan.
“Bea masuk tumbuh 8,84% (yoy), namun terjadi penurunan penerimaan di sektor cukai dan bea keluar. Penurunan penerimaan cukai dipengaruhi oleh turunnya pemesanan pita cukai dan jumlah produksi rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM) golongan 1. Sementara penurunan penerimaan bea keluar dipengaruhi oleh turunnya harga beberapa komoditas ekspor, seperti produk sawit, konsentrat tembaga, dan bauksit,” ungkap Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Hatta Wardhana di Jakarta, Rabu (19/4/2023).
Kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga bulan Maret 2023 masih terjaga dengan baik. Meskipun kondisi ekonomi global saat ini tidak menentu, namun prospek ekonomi domestik masih dinilai kuat dengan terjaganya indikator inflasi, peningkatan kunjungan wisata, dan kinerja manufaktur yang ekspansif.
Hatta pun mengatakan bahwa kinerja APBN hingga Maret 2023 menunjukkan hasil yang positif, dengan anggaran pendapatan dan anggaran belanja negara masing-masing mencapai nilai Rp647,2 triliun dan Rp518,7 triliun atau tumbuh 29,09% (yoy) dan 5,7% (yoy).
“Kinerja APBN yang baik terus diupayakan oleh pemerintah guna memberikan manfaat langsung terhadap masyarakat melalui alokasi di bidang belanja prioritas dan perlindungan sosial, serta pembangunan infrastruktur/non-infrastruktur untuk kelancaran mudik Idulfitri tahun 2023," lanjut Hatta.