Saat usaha konveksinya semakin pesat, munculah ide untuk membuka sentral oleh-oleh khas Bali yang menjual pernak pernik Bali, seperti aneka cemilan, kaos, kain tenun, batik, tas kreasi, dan sebagainya. Lalu, pada tahun 2007 ide tersebut terealisasi dan lahirlah toko oleh-oleh Krisna Bali.
3. Pemilik Joger Bali
Sosok dibalik kepopuleran Joger Bali ialah Joseph Theodorus Wulianadi. Pria yang lahir pada 9 September 1951 di Denpasar, Bali tersebut merupakan lulusan dari sekolah perhotelan di Hotelfachshule, Bad Wiesee, Jerman Barat pada 1970-an.
4. Sejarah Joger Bali
Bisnis Joger Bali dimulai pada tahun 1980-an dimana Joseph membuka toko kecil tanpa nama di Jalan Sulawesi No. 37, Denpasar, dekat Pasar Badung. Saat itu, ia didatangi oleh orang dari kantor perdagangan yang memintanya untuk memberikan nama pada toko kecilnya agar membedakan dari toko-toko lain.
Joseph tentunya tidak ingin memiliki nama toko yang terdengar umum. Ia lalu menemukan nama yang terdengar unik, yakni Joger yang merupakan gabungan dari dua nama depannya dan tiga nama depan teman baiknya saat di Jerman, Gergard Seeger. Alasannya menggunakan nama Gergard karena ia pernah memberi dana senilai USD20 ribu sebagai hadiah pernikahannya.
Nama Joger tersebut akhirnya resmi pada 19 Januari 1981. Setelah itu, Joger mulai berkembang dan permintaan pasar sangat besar. Lalu, pada 7 Juli 1987 ia memindahkan tokonya ke Jalan Raya Kuta, Bali dan melarang produk merek Joger di luar gerai sejak 1990.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.