Sementara itu, 41% atau2,5 triliun ditanggung oleh Angkasa Pura II.
Bandara ini menggantikan Bandara International Polonia, Medan. Herry menjelaskan, Bandara International Polonia secara teknis tidak dapat dikembangkan karena keterbatasan wilayah.
“Tingkat kepadatan bandara juga sangat tinggi,” katanya.
Menurut Herry, terhitung puk 00.01 WIB pada 25 Juli 2013, Bandara Kualanamu resmi beroperasi dengan three code letter KNO.
Dengan Panjang landasan 3.750 x 60 meter, Bandara International Kualanamu dapat didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747-400 dan Airbus A380.
Herry mengungkapkan, terminal penumpang tahap pertama dapat menampung delapan juta orang per tahun. Terminal tersebut memiliki luas 118.930 meter persegi.
(Taufik Fajar)