JAKARTA - Indonesia meningkatkan hilirisasi di berbagai komoditas. Salah satunya hilirisasi komoditas kelautan dan perikanan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan bahwa hilirisasi yang sudah dilakukan pada rumput laut. Kegiatan ini sudah menghasilkan produk bernilai tambah sekitar 200 ton per bulan, di Bali.
"Keberhasilan ini tak lepas dari pembinaan mutu produk sejak 2019 ke unit pengolahan rumput laut hingga mengantongi sertifikat GMP (Sertifikat Kelayakan Pengolahan)," ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo, Senin (8/5/2023).
Adapun pembinaan mutu dilakukan bersama antara Pembina Mutu Pusat di Direktorat Pengolahan Bina Mutu Ditjen PDSPKP dan Pembina Mutu Daerah di Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Bali. Pembinaan mutu ini dilakukan secara sinergis dan berkala, hasilnya, hilirisasi rumput laut di Bali mampu memproduksi ekstrak dan butiran rumput laut.
"Produk ini sudah menjangkau pasar ekspor, khususnya India, selain pasar domestik," sambungnya.
Saat ini, Unit Pengolahan Rumput Laut (UPRL) tersebut telah mempekerjakan sekitar 66 orang mulai dari budidaya, pengolahan hingga distribusi. Selain itu, UPRL ini mampu menyerap bahan baku sekitar 400 ton rumput laut per bulan yang diambil dari daerah Buleleng, Klungkung, Denpasar, Banyuwangi, Situbondo, Sumenep, Lombok Timur, dan Sumbawa.
"Kami berharap keberhasilan hilirisasi rumput laut di Bali ini bisa direplikasi di daerah lain agar masyarakat turut mendapatkan manfaatnya," sambungnya.