Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Kereta di India Sering Keluar Jalur?

Mutiara Oktaviana , Jurnalis-Senin, 05 Juni 2023 |09:12 WIB
Kenapa Kereta di India Sering Keluar Jalur?
Kecelakaan Kereta Api di India Tewaskan 275 Orang. (Foto: Okezone.com/Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Kereta tergelincir hingga ke luar jalur atau derailment menjadi momok mengerikan bagi transportasi berbasis rel. Oleh karena itu, kereta api tidak boleh ke luar rel karena dampaknya sangat berbahaya.

Rel kereta api terbuat dari logam. Artinya mengalami ekspansi selama bulan-bulan musim panas dan kontraksi pada musim dingin karena fluktuasi suhu.

Rel pun membutuhkan perawatan rutin, mengencangkan komponen rel yang longgar, mengganti bantalan serta melumasi dan menyesuaikan sakelar, dan lain-lain.

Pemeriksaan lintasan tersebut dilakukan dengan berjalan kaki, troli, lokomotif, dan kendaraan belakang.

Namun ada laporan tentang penggelinciran oleh auditor pemerintah federal antara April 2017 dan Maret 2021 yang mencantumkan beberapa temuan mengkhawatirkan.

Pertama, terdapat kekurangan berkisar dari "30% hingga 100% dalam inspeksi" oleh kereta ukur yang ditugaskan untuk menilai kondisi struktural dan geometri rel. Kedua, studi terhadap 1.129 laporan investigasi kecelakaan ke luar jalur menemukan bahwa ada dua lusin faktor yang bertanggung jawab.

Alasan paling sering untuk kereta ke luar jalur terkait dengan perawatan rel atau ada 171 kasus. Diikuti dengan penyimpangan parameter rel di luar batas yang diizinkan.

Lebih dari 180 kasus kereta ke luar jalur diakibatkan kesalahan mekanik. Lebih dari sepertiganya adalah akibat kerusakan pada gerbong dan lokomotif

"Cara mengemudi yang buruk dan mengemudi terlalu cepat adalah faktor lainnya yang banyak menyebabkan kereta keluar jalur," tulis laporan tersebut, dikutip dari BBC Indonesia, Senin (5/6/2023).

Laporan keselamatan kereta api pemerintah pada 2019-2020 juga mencatat kereta tergelincir ke luar jalur menjadi penyebab 70% kecelakaan kereta api atau naik dari 68% pada tahun sebelumnya.

Kebakaran dan tabrakan menjadi penyebab terbanyak berikutnya, masing-masing menyumbang 14% dan 8% dari total kecelakaan.

Menurut hitungan laporan tersebut, terjadi 40 insiden ke luar jalur, 33 kereta penumpang dan tujuh kereta barang. Dari jumlah tersebut, 17 insiden disebabkan oleh cacat pada rel, ini bisa termasuk retak dan rel terbenam ke dalam tanah (subsiden).

Hanya sembilan insiden ke luar jalur yang disebabkan oleh cacat pada kereta api - mesin, gerbong, lokomotif.

Hal ini pun menjadi miris karena sistem perkeretaapian India, terkenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia, mengangkut lebih dari 25 juta penumpang setiap tahun melintasi jaringan rel dengan panjang lebih dari 100.000 km di seluruh negeri.

Oleh karena itu, hanya penyelidikan yang dapat mengungkap penyebab Coromandel Express tergelincir. Di mana kecelakaan kereta api ini sangat mengerikan, karena 275 orang tewas hingga 1.000 luka-luka.

Banyak yang bicara tentang perangkat anti tabrakan yang akan dipasangkan di kereta-kereta India, tapi sistem ini baru dipasang di dua rute utama - Delhi-Kolkata dan Delhi-Mumbai.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement