Sembilan anggota OPEC+, yang dipimpin oleh Rusia dan Arab Saudi, juga akan memperpanjang pengurangan produksi sukarela hingga tahun 2024.
Selain itu, Arab Saudi mengumumkan rencana lain untuk memangkas pasokan minyak sebesar 1 juta barel per hari pada Juli secara sukarela.
Kementerian energi Saudi mengatakan produksi kerajaan akan turun menjadi 9 juta barel per hari pada Juli dari sekitar 10 juta barel per hari pada Mei. Pemotongan sukarela, yang terbesar di Arab Saudi dalam beberapa tahun, berada di atas kesepakatan yang lebih luas oleh OPEC dan sekutu termasuk Rusia untuk membatasi pasokan hingga 2024 karena OPEC+ berupaya untuk meningkatkan harga minyak yang lesu.
Fatih Birol, Kepala Badan Energi Internasional (IEA), mengatakan peluang harga minyak yang lebih tinggi telah meningkat tajam setelah kesepakatan OPEC+ yang baru.
Pasar minyak melonjak karena OPEC+ memutuskan untuk memangkas produksi tetapi para pedagang menggunakan reli tersebut sebagai kesempatan untuk mengambil keuntungan, kata Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire.
OPEC+ memompa sekitar 40 persen dari minyak mentah dunia dan telah memangkas target produksinya dengan total 3,66 juta barel per hari, sebesar 3,6 persen dari permintaan global.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.