JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Tengku Zafrul Aziz menandatangani pembaruan Perjanjian Perdagangan Perbatasan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Malaysia (Indonesia-Malaysia Border Trade Agreement/BTA) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Penandatanganan dilakukan di Perdana Putra, Putrajaya, Malaysia, dengan disaksikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
BACA JUGA:
Adapun kedua negara menyambut baik penandatanganan perjanjian yang diharapkan dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat kedua negara yang tinggal di daerah perbatasan.
"Warga negara Indonesia yang tinggal di perbatasan RI-Malaysia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari negara ini. Oleh karena itu, Bapak Presiden sangat gembira atas penyelesaian pembaruan BTA yang diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan warga negara kita yang berada di perbatasan," ujar Mendag dilansir Antara, Kamis (8/6/2023).
BACA JUGA:
Sejak pertama kali berlaku pada 24 Agustus 1970, BTA diperbarui dengan pertimbangan kondisi dan perubahan terbaru, termasuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, pengaturan mekanisme, serta peningkatan pengawasan pelaksanaannya.
Peninjauan ulang BTA pertama kali dilakukan pada 21–22 Juli 2009 di Bandung, Jawa Barat, hingga akhirnya mencapai kesepakatan secara substansi saat pertemuan ke-8 pada 21 Maret 2022.
Ke depan, tindak lanjut penyelesaian persetujuan itu memerlukan perhatian, khususnya dalam hal ratifikasi, sosialisasi, dan pengawasan implementasinya.