JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa situasi global dan dunia sedang tidak mendukung untuk orang mencari uang.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W pun membenarkan tantangan global semakin berat.
Maka dari itu, menurutnya, satu-satunya cara untuk bisa keluar dari masalah tersebut, Indonesia harus meningkatkan daya saing agar bisa menang dari negara lain.
Apalagi IMF memperkirakan perekonomian global melambat dari 3,4% pada tahun 2022 menjadi 2,8% pada tahun 2023 (turun 0,1 poin persentase/pp dibanding proyeksi Januari), kemudian membaik ke level 3,0% di 2024 (turun 0,1 pp).
"Iya sangat sangat betul, kondisi dunia usaha memang sedang seperti itu," ujar Shita kepada wartawan di Jakarta.
Untuk bisa meningkatkan daya saing itu, kata Shinta, perlu kerja sama dari banyak pihak termasuk campur tangan pemerintah. Apabila Indonesia sudah memiliki daya saing, maka investor akan melirik Indonesia dan memulai berinvestasi.