Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penerimaan Bea dan Cukai Anjlok Baru Rp118,3 Triliun, Ini Biang Keroknya

Michelle Natalia , Jurnalis-Senin, 26 Juni 2023 |14:05 WIB
Penerimaan Bea dan Cukai Anjlok Baru Rp118,3 Triliun, Ini Biang Keroknya
Ilustrasi uang negara. (Foto: Freepik)
A
A
A

Kendati demikian, kinerja impor cenderung menurun secara kumulatif sebesar -3,78% yoy.

Sementara itu, penerimaan akumulatif BK turun hingga -67,52% yoy menjadi Rp5,15 triliun di periode Januari-Mei 2023.

"Ini dipengaruhi harga CPO yang lebih rendah, turunnya volume ekspor mineral, dan turunnya tarif BK tembaga," tambah Sri.

Kinerja cukai juga menurun hingga 12,73%, akibat penurunan produksi utamanya dari golongan I. Penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT) mencapai Rp89,95 triliun, menurun 12,45% yoy.

"Ini disebabkan penurunan produksi pada Maret 2023 dipengaruhi lonjakan di basis produksi Maret 2022 akibat kenaikan PPN," lanjut Sri.

Selain itu, produksi bulan Mei tumbuh 78,83%, namun secara akumulatif turun -3,70% yoy.

"Tarif rata-rata tertimbang naik 3,50%, lebih rendah dari kenaikan normatif 10%, disebabkan masih menurunny produksi SKM dan SPM golongan I (tarif tinggi)," pungkas Sri.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement