Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi USD69,3/Barel di Juni 2023

Atikah Umiyani , Jurnalis-Jum'at, 07 Juli 2023 |09:06 WIB
Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi USD69,3/Barel di Juni 2023
Harga minyak. (Foto: Reuters)
A
A
A

Hal ini memicu likuidasi dana dan produsen energi bergerak ke mentalitas hedging.

Ketiga, potensi US FOMC kembali meningkatkan Fed Rate, sehubungan dengan upaya Bank Sentral AS dalam kisaran 1 tahun terakhir melalui peningkatan Fed Rate hingga 5% untuk menurunkan inflasi menjadi 2%.

Keempat, Departemen Tenaga Kerja AS juga menyampaikan bahwa jumlah klaim pengangguran AS meningkat lebih dari yang diharapkan, dan mencapai level tertinggi sejak Oktober 2021.

"Berdasarkan Laporan Mingguan EIA (U.S. Energy Information Administration), terdapat peningkatan stok Amerika Serikat pada bulan Juni 2023 dibandingkan bulan sebelumnya yaitu Gasoline naik sebesar 5.9 juta bbls menjadi 222.0 juta bbls, dan Distillate naik sebesar 7.7 juta bbls menjadi 114.4 juta bbls, “ lanjut Tim Harga dalam exsum tersebut.

Adapun, faktor lain yang menyebabkan penurunan harga minyak mentah Juni 2023 adalah IEA menyampaikan, peningkatan stok minyak mentah global sebesar 10 juta bbls sehubungan dengan peningkatan stok minyak mentah dari negara OECD sebesar 27 juta bbls.

Selain itu, terkait pasokan minyak mentah dunia, IEA menyampaikan, total pasokan minyak mentah diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi sebesar 101,3 juta bpd di tahun 2023 dan 102,3 juta bpd di tahun 2024. Hal ini disebabkan peningkatan pasokan minyak mentah dari negara-negara Non-OPEC sebesar 1,9 juta bpd di tahun 2023 dan 1,2 juta bpd di tahun 2024.

Ekspektasi dimulainya kembali ekspor minyak mentah Iran, yang dapat menyebabkan terganggunya fundamental permintaan / penawaran, disebabkan kemajuan kesepakatan nuklir AS dan Iran.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh Crude throughput Cina, yang merupakan konsumen minyak mentah terbesar di dunia, tergelincir 1,9% pada bulan Mei 2023 menjadi 14,66 juta bpd.

Selanjutnya, People’s Bank of China menurunkan suku bunga pinjaman acuan, namun lebih rendah dari ekspektasi masyarakat, sehingga mempengaruhi asumsi pasar bahwa pemulihan ekonomi Cina terhambat, dan berpengaruh pada permintaan minyak mentah dunia”, kata Tim Harga

"Terdapat Penurunan crude throughput Korea Selatan, Taiwan dan Jepang di bulan Juni 2023, dibandingkan bulan Mei 2023," pungkas Tim Harga.

Selengkapnya perkembangan harga minyak mentah bulan Juni 2023 dibandingkan Mei 2023, sebagai berikut :

- Dated Brent turun sebesar USD0,85/bbl dari USD75,55/bbl menjadi USD74,70/bbl.

- WTI (Nymex) turun sebesar USD1,35/bbl dari USD71,62/bbl menjadi USD70,27/bbl.

Brent (ICE) turun sebesar US$0,71/bbl dari USD75,69/bbl menjadi USD74,98/bbl.

- Basket OPEC turun sebesar US$0,79/bbl dari US$75,94/bbl menjadi USD75,15/bbl.

- Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar USD0,76/bbl dari USD70,12/bbl menjadi USD69,36/bbl.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement