Fink seblumnya mengatakan bahwa manajer aset seperti BlackRock bukanlah “polisi lingkungan,” tetapi merupakan kewajiban fidusia perusahaan untuk memberi investor akses ke informasi terbaik dengan terlengkap untuk membuat keputusan investasi keuangan mereka, dan itu termasuk data iklim.
“Seperti yang telah saya katakan secara konsisten selama bertahun-tahun sekarang, adalah tugas pemerintah untuk membuat kebijakan dan memberlakukan undang-undang, dan bukan untuk perusahaan, termasuk manajer aset, menjadi polisi lingkungan,” tulis Fink dalam surat tahunannya.
Salah satu dana yang diperdagangkan di bursa ESG Blackrock yang populer, memiliki hampir USD15 miliar atau setara dengan Rp224 triliun aset yang dikelolah.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.