JAKARTA - Rumah yang masih berdiri di tengah proyek tol Cijago seksi 3B, Limo, Depok, Jawa Barat akhirnya rata dengan tanah. Diketahui rumah tersebut telah digusur setelah pemberian ganti rugi selesai.
"Alhamdulillah semua pembayaran sudah diselesaikan, dan pembongkaran pada sore hari ini sudah mulai dilakukan," ujar Kepala BPN Depok Indra Gunawan, saat dihubungi MNC Portal.
Berikut fakta rumah di tengah jalan tol Cijago yang akhirnya digusur melalui rangkuman Okezone.
1. Terkendala Yuridis
Kepala BPN Depok, Indra Gunawan memaparkan bahwa persoalan rumah di tengah tol Cijago muncul akibat kendala yuridis. Tanah tersebut menyangkut empat orang sekaligus, hingga terkendala persoalan ahli waris sebab salah satu pemilik tanah tersebut ada yang meninggal.

2. Tidak Ada Pihak yang Keberatan
Tidak ada pihak yang keberatan terkait penggusuran sebab pemilik tanah menerima uang ganti rugi. Nilai uang ganti rugi juga telah dihitung oleh kantor jasa penilai properti.
3. Nominal Ganti Rugi
Nominal ganti rugi yang diterima oleh pemilik tanah di tengah tol Cijago tersebut sebesar Rp1,3 miliar. Milik Sukartini dengan luas 99 meter persegi dibayar senilai Rp530 juta. Lalu rumah yang berdiri tepat diatas tanah tersebut diganti Rp862 juta.
4. Penyerahan Uang Ganti Rugi
Penyerahan uang ganti rugi secara menyeluruh diberikan kepada pemegang ahli waris Almarhum Hudoyo Nomor Identitas Bidang (NIB: 274) dan Almarhumah Soepartini Bambang S (NIB: 289 dan 289 A). Sedangkan ahli waris pemegang NIB 274 diserahkan atas nama Rully Oki Rialto dan Rezki Yuniarti. Untuk pemegang NIB 289/289 A diserahkan atas nama Rezki Yuniarti, Rully Oki Rialto, Tuti Erna Adele Biatrix, Fransky Sukanto, Fabby Fabianto Sukanto, Fionna Felicia dan Ferdy Ferandi.
5. Sejarah Tol Cijago
Sejarah pembangunan Jalan Tol Cinere - Jagorawi (Cijago) yang ternyata telah menghabiskan waktu lebih dari 10 tahun. Kini proses pengerjaan Tol Cijago masih terus dilakukan khususnya seksi 3.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tengah mempercepat menyelesaikan pembangunan infrastruktur bebas hambatan Tol Cijago Seksi 3, Kukusan - Cinere sepanjang 5,44 kilometer (km) untuk meningkatkaan volume distribusi barang dan jasa di kawasan Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang - Bekasi (Jabodetabek).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Tol Cijago untuk Seksi 1 telah beroperasi tahun 2012 dan Seksi 2 telah beroperasi 2019.
"Artinya sudah hampir 10 tahun, bukan berarti kita lambat akan tetapi pembangunan diperkotaan tantangannya lebih banyak dan lebih besar terutama masalah pembebasan tanah. Kalau masalah pembebasan tanah cepat pembangunan infrastrukturnya akan jauh lebih cepat," katanya.
(Feby Novalius)