Hal ini menggerus daya beli, dan berdampak pada permintaan yang menurun, kegiatan produksi pun juga akan mulai menurun. Indikator PMI Manufaktur di Juni 2023, mayoritas sebesar 61,9% dari negara G20 dan ASEAN-6 mengalami kontraksi, di antaranya adalah AS, Eropa, Jerman, Prancis, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, Italia, Brazil, Afrika Selatan, dan Singapura.
Sebanyak 23,8% yang ekspansinya melambat, antara lain China, Thailand, Filipina, India, dan Rusia. Kemudian hanya 14,3% yang mengalami ekspansi dan akselerasi, yaitu Indonesia, Turki, dan Meksiko.
"Ini yang kontraksi negara-negara besar, bahkan negara tetangga kita Malaysia dan Vietnam juga kontraktif, ini yang menggambarkan bahwa dampak pelemahan ekonomi global akibat termasuk salah satunya inflasi yang menggerus daya beli itu sangat besar," pungkasnya.
Baca Selengkapnya: Bawa Kabar Buruk! Sri Mulyani: Dunia Akan Gelap Gulita Tahun Ini
(Kurniasih Miftakhul Jannah)