Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta Anak Muda Sulit Punya Rumah, PUPR Jelaskan soal Skema Subsidi

Kharisma Rizkika Rahmawati , Jurnalis-Minggu, 13 Agustus 2023 |08:32 WIB
6 Fakta Anak Muda Sulit Punya Rumah, PUPR Jelaskan soal Skema Subsidi
Skema pembelian rumah subsidi. (Foto: PUPR)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rayat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui anak muda atau milenial sulit untuk membeli rumah karena harganya terlalu tinggi.

Terutama jika harga rumah tidak diimbangi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 BACA JUGA:

Berikut beberapa fakta tentang pembangunan backlog rumah telah dirangkum Okezone, Minggu (13/8/2023).

1.Rumah Subsidi

 

Basuki mengatakan bahwa diperlukan insentif khusus untuk anak muda agar lebih mudah untuk membeli rumah. Sehingga pada akhirnya upaya tersebut juga menyapu upaya untuk penurunan angka backlog perumahan yang saat ini angkanya masih 12,7 juta.

"Anak-anak sekarang itu tidak akan bisa beli rumah. Saya tidak akan bisa beli rumah walaupun sudah kerja, apalagi karena tidak kerja. Jadi harus ada subsidi," ujar Menteri Basuki usai acara Munas REI di Jakarta, 9 Agustus 2023.

 BACA JUGA:

2. Skema Insentif Rumah Subsidi

Menteri Basuki menjelaskan, saat ini skema insentif yang diberikan untuk kepemilikan rumah baru mencakup untuk rumah denga range harga Rp200 jutaan. Namun ke depan menurut range tersebut bisa ditambah untuk mengakomodir juga masyarakat berpenghasilan nanggung.

"Oh iya itu mungkin (sampai Rp300 juta). Itu tadi yang bebas PPN. Sekarang Rp200 jutaan. Nah kan itu makin dengan pertumbuhan ekonomi ini masih bisa (ditambah). Nanti saya akan berbicara dengan Menteri keuangan," jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement