3. Tantangan Dalam Atasi Backlog
Namun, terdapat tantangan dalam upaya mengatasi backlog dan memenuhi kebutuhan generasi muda untuk memiliki rumah yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menteri Basuki menambahkan, apabila pertumbuhan ekonomi positif, maka akan lebih mudah generasi muda untuk memiliki hunian.
BACA JUGA:
"Tapi kalau tadi mendengar Pak Presiden itu pasti dari kemampuan beli masyarakat itu tergantung pada pertumbuhan ekonomi. Kalau kita pertumbuhan ekonomi bagus pasti mereka butuh. Nah disitu nanti ditunjang oleh subsidi," pungkasnya.
4. Inovasi Biaya Untuk Tekan Backlog
Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto mengatakan salah satu upaya menekan angka backlog adalah dengan memberikan inovasi pembiayaan yang sesusai dengan portofolio pendapatan anak muda atau generasi milenial.
"Karena terus terang mayoritas generasi milenial ini banyak bekerja di sektoral informal, ada konten YouTuber dan sebagainya, yang bekerja secafa kreatif dan sebetulnya pendapatannya juga luar biasa," ujar Iwan dalam acara Akad Masal Bank BTN di Tangerang, 8 Agustus 2023.
5. Target Pemerintah
Dijelaskan juga, dalam RPJMN 2020-2024 Pemerintah menargetkan peningkatan akses rumah layak huni menjadi kurang lebih 70% untuk tahun 2024. Hal tersebut menurutnya dapat dicapai dengan cara menyediakan kemudahan akses pembiayaan.
6. Program FLPP
Dari sisi keterjangkauan harga rumah untuk masyarakat Indonesia, saat ini Kementerian PUPR memiliki program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), Subsidi Bantuan Uang Muka, dan program lainnya.
"Bung Hatta dalam kongres perumahan sehat pernah berkata, bahwa cita-cita perumahan rakyat tercapai apabila kita berusaha dengan penuh kepercayaan, semua pasti bisa," pungkasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.