JAKARTA - Aksi korporasi pemisahan (spin-off) yang dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) terhadap unit regional Transjawa Tollroad kepada anak usaha membuahkan peningkatan pendapatan sekaligus laba perseroan.
Pada semester I-2023, laba JSMR melesat 56,33% secara tahunan (yoy) menjadi Rp1,14 triliun.
BACA JUGA:
Alhasil EPS JSM terdongkrak menjadi Rp158,27 per saham, dari semula Rp101,24 per saham.
Sebagaimana diketahui, pada 1 Juli 2022 lalu, JSMR melakukan spin off regional Transjawa Tollroad kepada Entitas Anak, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT).
BACA JUGA:
Ini ditandai dengan mengalihkan empat segmen ruas hak pengusahaan jalan tol (Hak Konsesi) yang meliputi ruas Jakarta–Cikampek, Palimanan–Kanci, Semarang Seksi A, B, C dan Surabaya– Gempol.
"Sehubungan dengan transaksi tersebut, maka pencatatatan pendapatan tol pada empat ruas hak pengusahaan jalan tol dialihkan ke JTT," kata manajemen di laporan keuangan yang diunggah Kamis (24/8/2023).
Hingga 30 Juni 2023, JSMR membukukan pendapatan usaha Rp8,92 triliun alias naik 18,34% yoy. Kontribusi tol perseroan mencapai Rp6,13 triliun disusul konstruksi Rp1,94 triliun.
BACA JUGA:
Setahun setelah spin-off, kontribusi pendapatan tol yang dipegang entitas meningkat dari total pendapatan tol JSMR, yakni mencapai 45,58% yoy, dibandingkan paruh pertama tahun lalu sebesar 27,41%.
Di bawah kendali JTT, ruas tol Jakarta-Cikampek berkontribusi utama sebesar Rp672,10 miliar, disusul ruas Surabaya-Gempol mencapai Rp401,18 miliar, Palimanan-Kanci Rp130,48 miliar, dan Semarang Seksi A, B, C sebanyak Rp115,17 miliar.
Kontribusi terbesar kedua berasal dari ruas tol Cikampek-Padalarang mencapai Rp581,67 miliar, disusul JORR Seksi non S mencapai Rp551,84 miliar, dan Jakarta-Bogor-Ciawi Rp542,81 miliar.
Tol Jakarta-Tangerang memberi pemasukan sebanyak Rp484,08 miliar, lalu Cawang-Tomang-Pluit sebanyak Rp472,75 miliiar, serta masih beberapa ruas lagi dengan pendapatan di bawah Rp400 miliar.
(Zuhirna Wulan Dilla)