JAKARTA - Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan segera diresmikan. Moda transportasi ini dinilai efektif sebab mampu mengantarkan penumpang dari puluhan kilometer dengan waktu tempuh hanya 36-44 menit saja.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) telah melakukan serangkaian uji coba untuk memastikan kelayakan KCJB sebelum resmi beroperasional pada 1 Oktober 2023. Namun, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai sebaiknya uji kelayakan tidak hanya terpacu pada kereta cepat, melainkan pada angkutan penghubung atau feeder juga perlu diperhatikan.
Feeder sebagai akses jalan menuju stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta Timur sudah cukup mulus untuk dilewati.
“Sejujurnya jika di Halim tidak ada masalah karena masuk dalam wilayah Jakarta, yang mana Jakarta sudah bagus kualitas feedernya. Dibandingkan di wilayah daerah yang masih kurang mendapat perhatian, tapi jangan salahkan KCJB karena hal ini bukan tugasnya,” tutur Djoko.
Saat ini Kereta Cepat diintegrasikan dengan Transjakarta dan LRT Jabodebek. Hal ini guna meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas penumpang.
Djoko sudah pernah merasakan Kereta Cepat pada tahun lalu, namun saat itu hanya dengan kecepatan 80 km/h. Bersamaan dengan hal itu, Djoko juga telah mengunjungi beberapa stasiun, terowongan serta melihat kondisi JPO dalam proyek pengerjaan KCJB.
“Untuk saat ini saya belum merasakan Kereta Cepat versi terbaru, rencananya saya akan mencoba berbarengan dengan rekan-rekan SRRC berita China,” kata Djoko.