JAKARTA – Miliarder Bill Gates memesan restoran mewah selama dua hari demi minum Coca Cola. Meski punya banyak harta, ternyata Bill Gates menyukai kesederhanaan dalam pola makan dan minum.
Terutama untuk makan siang, dia dikenal kecintaannya pada buger keju. Pada satu waktu Bill Gates ternyata telah memesan sebuah restoran mewah di Barcelona selama dua hari. Kedatangan Bill Gates pada Restoran ABaC ternyata membuat bingung semua orang di sana. Pasalnya dia telah memesan restoran mewah selama dua hari dan hanya memesan minuman Coca-Cola saja.
Dilansir dari Yahoo, Senin (11/9/2023) ternyata Miliarder Bill Gates sangat mencintai minuman berkolaborasi (Coca-cola/Diet Coke). Bahkan dia lebih tertarik pada minuman tersebut di bandingkan dengan makanan yang mewah sekalipun. Karena pada kenyataannya Bill Gates merupakan orang yang lebih menyukai makanan sederhana meskipun dia bisa membeli semua makanan mahal di restoran mewah.
Koki terkenal di Spanyol, Jordi Cruz, baru-baru ini mengenang pertemuan yang tidak biasa dengan Gates. Menurutnya Bill Gates sangatlah tidak menghargai makanan yang telah dihidangkan. Jordi Cruz mengaku telah membuatkan hidangan yang spesial untuk di santap oleh Bill Gates, namun sayangnya Bill Gates tidak memakan sedikit pun dan hanya memilih minum Coca-Cola.
“Ada orang memiliki yang punya uang, mungkin mereka sedikit lelah dengan segalanya,” kata Jordi Cruz.
“Ternyata mereka kurang menghargai sesuatu.” lanjutnya
Sebenarnya tidak ada alasan yang mendetail Bill Gates tidak menyantap hidangan spesial yang berada di restoran mewah ikonik ABaC. Hanya saja dia lebih tertarik pada sebuah minuman Coca-Cola. Dan dia lebih menyukai makanan yang lebih sederhana dibandingkan dengan makanan yang mewah.
Bill Gates merupakn seorang tokoh bisnis, investor, filantropis, penulis asal Amerika Serikat, serta mantan CEO yang saat ini menjabat sebagai ketua Microsoft, perusahaan perangkat lunak yang ia dirikan bersama Paul Allen.
Gates termasuk salah seorang pengusaha revolusi komputer pribadi terkenal di dunia. Meski demikian, taktik bisnisnya dikritik karena dianggap anti-kompetitif. Pada tahap-tahap akhir kariernya, Gates melakukan beberapa usaha filantropi dengan menyumbangkan sejumlah besar dana ke berbagai organisasi amal dan program penelitian ilmiah melalui Bill & Melinda Gates Foundation yang didirikan tahun 2000.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)