JAKARTA – Indonesia masih menjadi industri rokok yang tumbuh subur dikarenakan tingkat konsumsinya yang tinggi. Hal ini, membuat beberapa merek rokok mulai bermunculan untuk memenuhi kebutuhan perokok aktif.
Pada setiap merek rokok menawarkan cita rasa yang berbeda. Secara umum, terdapat dua jenis rokok yang kerap kita dengar yakni rokok filter dan rokok kretek.
Namun, tahukah anda siapakah pendiri brand rokok yang pertama kali muncul di Indonesia?
Nitisemito, merupakan pendiri perusahaan rokok pertama di Indonesia. Saat itu, nama rokok yang dia buat cukup menarik. Pada produksi pertamanya rokok tersebut diberi nama Kodok Nguntal Ulo yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Kodok Makan Ular.
Sayangnya, rokok tersebut tidak bertahan lama di pasaran dan dianggap tidak membawa hoki. Ia pun mengubah merek tersebut menjadi “Tjap Bulatan Tiga” dengan logo tiga bulatan berwarna hijau di kemasan rokoknya.
Perusahaan rokok Tjap Bulatan Tiga atau Bal Tiga berdiri pada 1914 di Desa Jati, Kudus. Selama 10 tahun beroperasi, Nitisemito berhasil membangun pabrik rokok di sebuah lahan yang luasnya mencapai enam hektar di desa tersebut.
Seiring berjalannya waktu, beberapa produsen rokok mulai muncul. Di Kudus sendiri telah berdiri 12 perusahaan rokok besar, 16 perusahaan menengah, dan tujuh pabrik rokok kecil atau gurem. Beberapa pemilik pabrik-pabrik besar itu dimiliki oleh M. Atmowidjojo (merek Goenoeng Kedoe), H.M Muslich (merek Delima), H. Ali Asikin (merek Djangkar), Tjoa Khang Hay (merek Trio), dan M. Sirin (merek Garbis & Manggis).
Pada 1938, Nitisemito sudah mampu memproduksi 10 juta batang rokok per tahun melalui pabriknya. Ia bahkan menyewa tenaga pembukuan asal Belanda untuk mengembangkan usaha rokoknya tersebut. Cakupan pasar Bal Tiga juga cukup luas hingga luar pulau, bahkan hingga Belanda.
Baca Selengkapnya: Inilah Brand Rokok yang Pertama Kali Muncul di Indonesia
(Taufik Fajar)