JAKARTA - Naiknya harga beras berimbas terhadap omzet para pedagang. Seperti di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, para pedagang mulai mengeluh turunnya pendapatan karena harga beras mahal.
Pedagang Beras di Pasar Induk Cipinang, Anto mengaku kenaikan harga beras berakibat penurunan omzet pendapatan para pedagang.
Penurunan omzet sekitar 30%-40% atau bahkan biasanya sehari dari 100 ton kini turun menjadi 70 ton.
“Kita pasti menurun omset kurang lebih 30%-40%. Semisal sehari bisa 100 ton menurun bisa 70 ton. Kalau terus-terusan mahal pasti bisa turun-turun terus,” ujar Anto kepada Okezone, di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (21/9/2023).
Menurutnya, kenaikan harga beras sudah terjadi sejak Agustus lalu.
“Harga beras lagi naik, kalau naik yang rada berasa itu mulai Agustus kemarin, 3 Minggu terakhir ini sudah stabil di harga tinggi,” ujarnya.
Kenaikan harga beras akibat atas penurunan hasil panen dari para petani karena terdampak El Nino yang sedang menjalar di sejumlah wilayah di Indonesia.
Sebagai informasi, harga beras untuk grade medium dari Rp10.500/kg naik menjadi Rp12.500. Kemudian grade premium dari Rp11.500/kg mejadi Rp13.500/kg.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.