Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menelusuri Jejak Mentan di Eropa Sebelum Hilang

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 03 Oktober 2023 |18:04 WIB
Menelusuri Jejak Mentan di Eropa Sebelum Hilang
Mentan Syahrul Yasin Limpo hilang. (Foto: MPI)
A
A
A

Setelah dua penggeledahan yang dilakukan itu, KPK dikabarkan telah menetapkan Mentan menjadi tersangka. Beberapa alat bukti telah berhasil diamankan oleh KPK, diketahui berupa uang asing dan pecahan rupiah, catatan keuangan, hingga senjata api di rumah dinas Mentan.

 BACA JUGA:

Berdasarkan dokumen resmi dari PT Angkasa Pura II, Mentan dikabarkan bertolak dari Eropa pada Minggu 1 Oktober lalu. Hal itu tergambar dari surat penggunaan VIP Room oleh Mentan dari Eropa.

Namun demikian, Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi mengaku hingga saat ini Mentan tidak diketahui keberadaannya. Dirinya mengaku terkahir berkomunikasi dengan sebelum melakukan kunker ke Eropa.

"Jadi sampai hari ini kita terus mencari keberadaan Pak Menteri karena memang sampai detik ini kita belum ada kabar mengenai keberadaan pak Menteri," kata Harvick di Istana Negara sore ini.

Harvick menjelaskan, saat kunjungan kerja Mentan SYL ke Eropa memang didampingi oleh beberapa pejabat Eselon I Kementerian Pertanian. Seperti Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto, dan Dirjen Prasarana dan Saran Pertanian (PSP) Ali Jamil.

Tapi menurutnya rombongan Kementan itu tidak berada dalam rute perjalanan yang sama saat bertolak ke Jakarta. '

Hal itu dikatan Harvick disebabkan oleh keterbatasan okupansi pesawat, sehingga rombongan Kementan harus beda maskapai.

"Kembali ke tanah airnya ini memang masing-masing karena mungkin tiket juga terbatas. Akhirnya terpisah," kata Harvick.

Sehingga dirinya mengaku hingga saat ini dirinya juga belum mengetahui persis keberadaan Mentan.

"Ini belun tahu kita posisi akhirnya (Mentan SYL). Belum ada kontak sama sekali," pungkas Harvick.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement