JAKARTA - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memilih untuk mempercepat pembelian kembali (buyback) Obligasi PYFA I Tahun 2020 dengan jumlah Rp307,03 miliar.
Corporate Secretary PYFA, Nadia Miranty Verdiana mengatakan langkah ini diambil demi meningkatkan efisiensi perseroan terhadap dana yang diperoleh dari obligasi lainnya.
BACA JUGA:
"Untuk meningkatkan efisiensi perseroan melalui pelunasan Obligasi dan penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Pyridam Farma Tahap II Tahun 2023," kata Nadia di Jakarta, Rabu (4/10/2023).
Obligasi Pyridam Farma I Tahun 2020 memiliki nilai pokok sebesar Rp300 miliar dengan bunga Rp7,03 miliar, dengan total pelunasan mencapai Rp307,03 miliar.
BACA JUGA:
Sesuai prospektus, bunga tetap obligasi sebesar 11,25 persen yang dibayarkan setiap 3 bulan. Adapun jangka waktu masih sampai 14 Januari 2026.
Sebagaimana diketahui, bahwa buyback obligasi baik sebagian maupun keseluruhan dapat dilakukan penerbit dalam kurun waktu satu tahun setelah tanggal penjatahan.
BACA JUGA:
"Perseroan memiliki hak memberlakukan pembelian kembali untuk dipergunakan sebagai pelunasan obligasi atau untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar," papar perseroan.
Sebelumnya, PYFA mengungkapkan sebesar 55 persen dana dari surat utang ini bakal digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan.
Sebanyak 35% dialokasikan untuk pengeluaran belanja modal (capex), sedangkan 10% sisanya mengalir untuk pengembangan produk kesehatan.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.