Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perbandingan Harga BBM Non Subsidi yang Naik 1 Oktober 2023, Pengguna Pilih Mana?

Nasya Emmanuela Lilipaly , Jurnalis-Rabu, 04 Oktober 2023 |09:41 WIB
Perbandingan Harga BBM Non Subsidi yang Naik 1 Oktober 2023, Pengguna Pilih Mana?
Harga BBM non subsidi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Perbandingan harga BBM non subsidi yang naik 1 Oktober 2023. Seluruh badan usaha menaikkan harga BBM non subsidi, mulai dari Pertamina, Shell, BP AKR dan Vivo.

Awal Oktober, seluruh operator SPBU serentak menyesuaikan harga BBM non subsidi. Kenaikan dilakukan untuk menyesuaikan harga pasar, minyak mentah dunia, dan faktor kurs. Penyesuaian tersebut sesuai regulasi, yakni Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Harga setelah kenaikan memang menunjukkan bahwa BBM Pertamina sangat kompetitif. Untuk Pertamax RON 92 misal, di Pulau Jawa Pertamina menjual Rp14.000 per liter. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan Shell Super (RON 92) Rp15.380 per liter, BP92 yakni Rp14.580 per liter, dan Revvo-92 (Vivo) yang dijual Rp15.080 per liter.

Begitu pula Pertamax Green (RON 95) yang dijual Rp16.000 per liter, masih lebih rendah dibandingkan Shell V Power RON 95 yakni Rp16.350 per liter, dan BP Ultimate 95 seharga Rp16.350 per liter.

Untuk Pertamax Turbo (RON 98), Pertamina menjual Rp16.600 per liter. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Shell V Power Nitro+ yakni Rp16.730 per liter.

Sementara untuk BBM diesel, Pertamina menjual Dexlite (Cetane 51) Rp17.200 per liter. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan Shell V Power Diesel (Cetane 51) Rp17.920 per liter, dan juga BP Diesel yakni Rp17.240 per liter.

Sedangkan untuk Pertalite, sebagai produk subsidi, harga tetap dibanderol Rp10.000/liter. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan Revvo90 yang mengalami kenaikan dan dijual Rp12.500 per liter.

“BBM non subsidi kan memang fluktuatif. Konsumen sudah terbiasa. Saya juga ngikut saja, apalagi semua operator juga ikut naik,” kata salah satu konsumen Adjie Sambogo.

Menurut Adjie, BBM Pertamina memang sangat kompetitif dengan operator lain, termasuk Shell, BP, dan Vivo. Selain kualitas bisa bersaing, harga juga lebih terjangkau.

“Pertamax lebih ekonomis. Saya kan isi selalu penuh, sekitar 35 liter. Apalagi kalau mobil kapasitas besar, pasti lebih terasa,” katanya.

Tidak hanya itu, karena SPBU yang mudah didapat dan sangat menyebar di berbagai wilayah, termasuk Pulau Jawa.

“Saat mudik atau touring beberapa waktu lalu, misalnya. Yang banyak saya temukan adalah SPBU Pertamina. Jarang sekali SPBU lain, terutama di jalan tol. Daripada saya mencampur dengan produk operator lain, lebih nyaman pakai produk Pertamina,” kata dia.

Terkait kenaikan harga BBM non subsidi, Adjie sebagai konsumen mengaku memahami. Apalagi, memang sesuai regulasi dan sudah berlangsung lama.

“Yang jelas, Pertamax memang bikin enak kendaraan saya. Tarikan sangat enteng, bertenaga, manuver juga lincah. Mesin juga awet banget,” kata Adjie yang juga Humas CAI.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement