Teknologi tersebut merupakan perbaikan tanah meliputi proses pengeboran lapisan tanah dan menginjeksi pasta beton sebagai penyalur beban ke lapisan tanah keras di bawahnya.
Dia menjelaskan ruas Padang – Sicincin nantinya dilengkapi bangunan persilangan seperti underpass sebanyak 14 buah. Pembangunan jalan tol itu juga melewati berbagai jenis jalur, misalnya jalan lintas antar kota, jalan desa, hingga jalur perlintasan kereta api.
Adapun untuk ruas yang melewati perlintasan kereta api jalur Bandara Internasional Minangkabau – Kayu Tanami ini dibangun empat buah underpass.
Tjahjo mengungkapkan rata-rata kondisi tanah dasar di sekitar perlintasan merupakan tanah lunak sehingga memerlukan konstruksi khusus yaitu metode struktur kaki seribu atau pile slab pada bagian jalan pendekat jembatan.
Jalan tol yang beririsan dengan rel kereta api, kita buatkan underpass di STA 6+200, STA 12+286, STA 30+450 dan STA 0+213 (Akses Tarok City) dengan panjang rata-rata 96,3 m, ketinggian mencapai 6,8 m, serta beban maksimal satu kendaraan adalah 50 ton.
"Khusus underpass di STA 6+200 pengerjaannya telah rampung, sehingga nanti pengguna jalan tol akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan sawah yang sejuk dan teduh,” papar dia.
Lebih lanjut, Tjahjo mengatakan agar tidak mengganggu aktivitas publik, sejumlah metode digunakan dalam pembangunan underpass ini. Seperti penggunaan alat Hydraulic Static Pile Driver (HSPD) untuk memancang pondasi tiang pancang agar dampak getaran dari pemancangan.
Lalu, menggunakan launcher untuk memasang gelagar girder agar minim dampak terhadap penggunaan jalan nasional atau kereta api yang melintas. Metode tersebut untuk memaksimalkan aktivitas konstruksi pada saat window time di sekitar area pembangunan,” katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.