JAKARTA - Agen BRILink Pasar Anyar Bahari Tanjung Priok Aang Junaidy berhasil membuktikan bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Lewat keyakinan dan kerja kerasnya bersama keluarga tercinta, Aang berhasil mewujudkan mimpinya menjadi nyata di tengah kerasnya kehidupan Ibukota.
Lima tahun mengadu nasib di negara tetangga dirasa tak membuahkan hasil, Aang bersama sang istri, Fitri Nurjanah memilih untuk kembali ke Tanah Air dengan tekad keras ingin menjadi pengusaha sukses. Pria berusia 46 tahun ini mencoba peruntungannya dengan membuka konter handphone (HP).
Kala itu, Aang mengaku bisnisnya tak berjalan mulus seperti yang diharapkan, bahkan dirinya hampir putus asa dan sempat terpikir untuk kembali bekerja di negara tetangga. Namun, niat itu diurungkan setelah suatu hari Aang sempat melihat antrian yang mengular di sudut Pasar Anyar Bahari.
“Waktu itu saya ngeliat ada orang pada antri di Teras BRI. Saya pikir ada apa? Akhirnya saya inisiatif tanya ke customer service-nya. Ternyata mereka lagi antri untuk transaksi. Di situ saya berpikir gimana ya supaya orang-orang ini antrinya ke toko saya aja?” katanya, Kamis (10/8/2023).
Setelah bertanya, Aang pun mendapatkan tawaran dari Bank BRI untuk menjadi Agen BRILink. Setelah melalui diskusi panjang dengan sang istri, bermodalkan uang Rp15 juta, Aang pun memberanikan diri untuk menjadi Agen BRILink pada 2016 lalu. Kala itu, dirinya berusaha yakin bahwa mungkin saja ini menjadi salah satu jalan pembuka untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pengusaha.
“Dulu sepuluh hari pertama buka, paling ada lima transaksi aja per hari, itu pun saya masih pakai ATM, jadi kalau ada orang transfer saya bolak-balik ke ATM, ataupun pakai SMS banking tapi terkendala limit. Sejak pakai mesin EDC, satu hari saya bisa layani 20, 30, 40 transaksi, sampai sekarang ini bisa 150-200 transaksi per hari,” ucapnya.