Menurut Kepala Humas LRT Kuswardojo alasan mulai sepinya pengguna LRT dikarenakan berakhirnya tarif promo tetap atau flat sebesar Rp5.000.
“Terjadi penurunan jumlah pengguna LRT Jabodebek setelah diberlakukannya tarif promo kedua oleh Kemenhub,” katanya dikutip.
2. Hadapi menurunnya jumlah penumpang
Kepala Humas LRT Kuswardojo menjelaskan mereka akan terus melakukan sosialisasi dan lebih mengenalkan LRT Jabodebek kepada masyarakat luas. Dengan tujuan bahwa akan semakin banyak masyarakat yang tahu keberadaan LRT Jabodebek.
“Kami hingga saat ini masih terus melakukan sosialisasi dan mengenalkan LRT Jabodebek kepada masyarakat luas,” ujar Kuswardojo kepada Okezone, Rabu 11 Oktober 2023.
Upaya tersebut diharapkan berjalan baik, dengan tujuan semakin banyak masyarakat yang tahu keberadaan dari LRT Jabodebek. Serta memanfaatkan transportasi publik yang telah disediakan oleh pemerintah dalam mengurangi kemacetan.
3. Manfaatkan tarif promo untuk berwisata
LRT Jabodebek dikabarkan kini mulai sepi penumpang usai promo tarif tiket Rp5.000 berakhir pada 30 September 2023.
Kepala Humas LRT Kuswardojo menerangkan alasan mulai sepinya pengguna LRT dikarenakan berakhirnya tarif promo tetap atau flat sebesar Rp5.000.
“Terjadi penurunan jumlah pengguna LRT Jabodebek setelah diberlakukannya tarif promo kedua oleh Kemenhub,” katanya kepada Okezone, Rabu (11/10/2023).
Menurutnya, sejumlah masyarakat memanfaatkan sekali tarif promo yang tersedia pada LRT untuk berwisata serta merasakan sensasi kereta tanpa masinis.
“Ini menunjukkan bahwa benar masyarakat memanfaatkan tarif flat Rp5.000 saat itu untuk berwisata dan ingin merasakan sensasi kereta tanpa masinis,” jelasnya.
4. LRT Jabodebek sepi penumpang
LRT Jabodebek dikabarkan mengalami penurunan jumlah penumpang.
Adapun Kepala Humas LRT Jabodebek Kuswardojo membenarkan adanya penurunan jumlah penumpang setelah berakhirnya tarif promo pada 30 September 2023 lalu.
Penurunan jumlah penumpang tersebut cukup drastis, dari sebelumnya sekitar 47.000 penumpang, kini menurun hingga di angka 37.000-38.000 pengguna LRT di hari kerja Senin sampai Kamis.
“Memang terjadi penurunan jumlah pengguna LRT Jabodebek setelah diberlakukannya tarif promo kedua oleh Kemenhub. Jika sebelumnya rata rata di angka 47.000 maka saat ini di angka 37-38 ribuan di hari kerja Senin hingga Kamis,” kata Kuswardojo kepada Okezone.
Hal tersebut disebabkan atas kembali normalnya tarif normal pada LRT Jabodebek yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Lebih lanjut, berdasarkan besaran tarif LRT Jabodebek telah ditetapkan dalam keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 67 Tahun 2023.
5. Sudah ditetapkan
Kini, LRT Jabodebek dikabarkan mengalami penurunan jumlah penumpang.
Adapun Kepala Humas LRT Jabodebek Kuswardojo membenarkan adanya penurunan jumlah penumpang setelah berakhirnya tarif promo pada 30 September 2023 lalu.
Hal tersebut disebabkan atas kembali normalnya tarif normal pada LRT Jabodebek yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Lebih lanjut, berdasarkan besaran tarif LRT Jabodebek telah ditetapkan dalam keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 67 Tahun 2023.
Dalam keputusan itu, telah ditetapkan tarif LRT Jabodebek sebesar Rp5.000 untuk kilometer pertama perjalanan dan bertambah Rp700 perak untuk per kilometer selanjutnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.