Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokumen Investasi JETP Diluncurkan, Menteri ESDM: Pensiun Dini PLTU Cirebon Jadi Prioritas

Atikah Umiyani , Jurnalis-Selasa, 21 November 2023 |16:07 WIB
Dokumen Investasi JETP Diluncurkan, Menteri ESDM: Pensiun Dini PLTU Cirebon Jadi Prioritas
Dokumen investasi JETP diluncurkan (Foto: ESDM)
A
A
A

JAKARTA – Dokumen investasi Just Energy Transition Partnership/JETP resmi diluncurkan. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 menjadi proyek prioritas yang akan dilakukan dengan menggunakan skema pendanaan Transisi Energi Berkeadilan (JETP).

"Itu yang kita targetkan yang (pensiun dini PLTU) Cirebon dulu nih," ujar Arifin usai peluncurkan dokumen perencanaan dan kebijakan investasi komprehensif atau Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP) JETP di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Selain suntik mati PLTU Cirebon, Arifin menuturkan proyek lainnya yang juga akan menggunakan skema pendanaan JETP yaitu membangun jaringan listrik (grid) yang menghubungkan Jawa dan Sumatra.

"Nah abis itu masuk ke transmisi lah," imbuhnya.

Dikatakan Arifin, proyek transmisi Jawa-Sumatera penting dilakukan untuk dapat membangun transmisi yang akan menghubungkan kedua pulau tersebut karena seperti diketahui selama ini Pulau Jawa sering kali mengalami kelebihan (excess) pasokan listrik.

"Yang paling-paling urgent tuh yang mana, misalnya Sumatera Selatan, Sumatera Utara, ya supaya bisa. Jawa kan kelebihan, kita kirim ke Sumatera Selatan. Sumatera Selatan kelebihan kirim ke atas (Sumatera Utara)," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan, pihaknya bersama stakeholder terkait memang sedang dalam proses assesmen secara menyeluruh terkait dampak teknikal maupun komersial.

"Kelihatan Indonesia, PLN stakeholder, ADB, IPP menjadi partner dan potensial donor. Ini dalam suasana keakraban bagaimana kita mencari pemecahan seluruh tantangan dipetakan," terangnya.

"Satu per satu di-address. Tunggu saja kapan bisa diumumkan. Semua kerja di back office dan Kemenkeu jadi leader. Marves lalu ESDM. Juga dari ADB," tukas Darmawan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement