JAKARTA - Belum lama ini ramai di media sosial seorang pekerja buruh lepas telanjang dada sambil 'mandi' beras Bulog.
Sebelumnya, viral video beredar yang menayangkan buruh mempermainkan beras dan berguling tanpa mengenakan baju, Oknum buruh tersebut kemudian diguyur beras oleh temannya di tengah hamparan beras seolah sedang mandi. Menanggapi hal tersebut banyak masyarakat yang geram dan menjadi perbincangan di media sosial.
Dirangkum Okezone, Minggu (31/12/2023) beberapa fakta yang terjadi pada kejadian buruh mandi beras Bulog.
1. Pemberian SP
Perum Bulog Menyatakan telah memberikan surat peringatan kepada Kepala Gudang Banjar Kemantren 2 terkait viralnya video buruh mempermainkan beras yang menjadi perbincangan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
"Kepala Gudang Banjar Kemantren 2 sebagai penanggung jawab kegiatan di gudang kejadian juga sudah diberikan SP (Surat Peringatan) dan dimutasi," kata Manajer Humas dan Kelembagaan Bulog Tomi Wijaya saat dihubungi, Jakarta.
2. Pemecatan oknum buruh yang bersangkutan
Tomi mengatakan oknum buruh yang mempermainkan beras tersebut merupakan tenaga harian lepas di gudang dan bukan karyawan Bulog. Per Rabu, buruh tersebut sudah tidak dipekerjakan lagi di Gudang Bulog.
3. Manajemen Bulog yang tegas
Tomi juga mengatakan bahwa manajemen Bulog sangat fokus dan berkomitmen memberikan pelayanan dan kualitas produk terbaik untuk masyarakat. Oleh sebab itu, manajemen Bulog langsung bergerak cepat menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam video tersebut.
4. Sebagian kecil karung beras sobek
Tomi menyesalkan insiden yang terjadi di video viral tersebut. Sebagian kecil beras-beras impor yang karungnya sobek hasil pengangkutan dari kapal ke gudang, yang seharusnya diangkut oleh buruh ke mesin "Rice to Rice" (RtR), malah dipermainkan oleh oknum buruh.
“Sudah jutaan ton beras impor tahun ini yang kita angkut dari Kapal menuju ke gudang-gudang Bulog yang artinya ada puluhan juta karung yang diangkut dan hanya beberapa karung saja yang mengalami sobek dan bocor sehingga perlu dikumpulkan untuk diangkut kembali ke mesin pengolahan 'RtR'”, ujar Tomi.
5. Meningkatkan pengawasan Bulog
Menurut Tomi, Bulog telah memiliki standardisasi mutu dan kontrol kualitas untuk menjaga proses dan kualitas beras.
"Atas kejadian ini manajemen Bulog akan meningkatkan pengawasan di gudang guna mencegah perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan," ujarnya seperti dilansir Antara.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.