Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bansos dan Operasi Pasar Belum Mampu Turunkan Harga Beras

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Kamis, 11 Januari 2024 |19:42 WIB
Bansos dan Operasi Pasar Belum Mampu Turunkan Harga Beras
Bansos Beras Cair. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Perum Bulog mengakui penyaluran bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg) dan operasi pasar belum mampu menurunkan harga beras. Kendati begitu, cara tersebut mampu menekan inflasi beras.

Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan, sejak bansos beras tahap pertama digulirkan pada Januari-Maret 2023, inflasi beras mengalami penurunan dari 2,63% pada Februari 2023. Kemudian turun menjadi 0,70% pada Maret 2023.

Penurunan terus terjadi menjadi 0,55% pada April tahun lalu dan 0,02% pada bulan berikutnya di tahun yang sama.

“Bantuan pangan dan SPHP (operasi pasar) memang belum berhasil menurunkan harga, tetapi berhasil menurunkan inflasi. Harga berasnya masih relatif tinggi, artinya harga beras stabil tinggi," ujar Bayu saat konferensi pers di Gedung Bulog, Kamis (11/1/2024).

Bansos beras tahap II yang disalurkan sejak September-Desember 2023 juga ikut menekan inflasi beras, di mana angka inflasi menurun dari 5,61% pada September menjadi 0,43% di Desember 2023.

Melihat dampak positif penurunan inflasi tersebut, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali menugaskan Bulog untuk melanjutkan penyaluran bantuan pangan pangan pada tahun ini.

Tercatat, pada Januari ini bantuan sudah diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Setelah tuntas menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 1,5 juta ton pada tahun 2023, kami langsung tancap gas menyalurkan kembali program ini untuk tahun 2024 yang dimulai sejak tanggal 2 Januari 2024,” papar Bayu.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement