2.Risiko Investasi
Risiko likuiditas, karena obligasi memiliki durasi diatas 12 bulan tapi butuh dicairkan sebelum jatuh tempo. Untuk SBN Ritel berdurasi hingga 5 tahun, sedangkan Obligasi Fixed Rate (FR) bisa sampai 30 tahun. Tetapi memiliki resiko di suku bunga, jika suku bunga acuan di atas kupon obligasi maka harga obligasi akan turun.
Selain itu kendala khusus obligasi koperasi, juga ada risiko gagal bayar jika kondisi keuangan Perusahaan penerbit menjadi tidak sehat.
3.Momen Beli
Jika membeli saat masa penawaran maka belilah di pasar primer. Yang artinya jika harga obligasi 100, maka berapa pun modal yang disetor itulah obligasinya.
Namun jika membeli setelah masa penerbitan sama saja beli di pasar sekunder yang artinya, haega obligasi berpotensi lebih rendah atau berpotensi lebih tinggi.
‘’Ada beberapa alternatif investasi yang dapat kamu pilih. Contohnya seperti deposito, dan Surat Berharga Negara Ritel (SBN Ritel),” ungkap Prita.
Pemesanan obligasi melalui proses, memesan obligasi, lalu membayar, dan terakhir menunggu hasil penjatahan dari pemerintah. Semakin cepat membeli, maka kesempatan menjadi investor akan semakin besar.
Sebagai informasi, untuk ilustrasi jika mau membeli FR79 Rp100 juta yang dijual di harga premium
-Modal yang perlu disetor = Rp116 juta
-Pembayaran kupon senilai 8,37% atas Rp100 juta setiap tahun (Per 6 bulan)
-Menikmati yield atau total imbal sejumlah dengan 6,7% per tahun sampai jatuh tempo.
Obligasi ini untuk penyeimbangan portofolio investasi yang memiliki risiko lebih rendah dari saham dan cocok untuk yang memiliki tujuan mendapatkan tambahan income secara berkala meski tidak kerja aktif.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)