JAKARTA - Calon Wakil Presiden nomor urut 3 yang didukung Perindo Mahfud MD mengatakan pemberantasan korupsi menjadi modal awal untuk pembangunan perekonomian Indonesia kedepannya.
Dia menilai uang negara yang dicuri dari aktivitas korupsi tersebut seharusnya bisa dialokasikan untuk program-program yang menguntungkan masyarakat.
"Uang kita banyak, korupsi ada triliunan, ini utang petani cuma miliar. Kalau kita menghapus setengah korupsi saja, kita punya uang banyak. Asal tidak dikorupsi, ini program realistis saja, " ujar Mahfud di Jawa Timur dikutip, Minggu (14/1/2024).
Komitmen Pasangan Calon Nomor Urut 3, Ganjar - Mahfud dalam memberantas kasus korupsi menjadi harapan yang digantung masyarakat untuk pembangunan Indonesia kedepannya.
Hal itu seperti yang diharapkan, Warga Lamongan yang saat ini berkerja sebagai kuli bangunan, Munif (49). Menurutnya, setiap satu orang pejabat yang korupsi, maka dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat di Indonesia. Sebab ada uang masyarakat yang semestinya bisa dengan baik dikelola oleh negara.
"Kalau saya mengharapkan, yang penting Indonesia bisa lebih maju, dan bebas dari korupsi, karena orang korupsi itulah yang bikin Indonesia makin susah, semua orang terkena dampaknya," kata Munif saat ditemui MNC Portal pada acara Shalawat Persatuan Indonesia di Lamongan.
Lebih lanjut, menurutnya Cawapres Mahfud MD sudah cukup cocok untuk dipasangkan dengan Ganjar Pranowo. Munif menilai, kedua tokoh tersebut memiliki pengalaman dalam mengurus organisasi di pemerintahan daerah, pusat, serta sempat menjadi bagian dari lembaga Legislatif, dan Yudikatif untuk Mahfud MD.
"Kalau saya cocok, Pak Mahfud itu pintar, alim, sangat cocok berpasangan Ganjar, pak Mahfud sangat tegas. Ganjar saya lihat selama menjadi Gubernur dia selalu tegak lurus, dan peduli dengan rakyat kecil, jadi pasangan cocok lah, semoga jadi," tutup Munif.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.