JAKARTA - Gibran Rakabuming Raka menyampaikan realisasi bauran energi terbarukan di Indonesia sudah menyentuh angka 20%.
"Komitmen kita pasti akan meningkatkan bauran listrik PLN yang sekarang cuma 20 persen ini, harus ditingkatkan lagi ke depan," jelas Gibran dalam debat cawapres dengan tema pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Ahad (21/1/2024).
Kendati demikian, berdasarkan catatan MNC Portal Indonesia, data yang disampaikan Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidaklah tepat.
Sebab dalam Konferensi Pers Capaian Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024 pada Senin (15/1/2024) lalu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, menyebutkan bahwa bauran EBT belum mencapai target.
Arifin mengatakan, target bauran EBT pada 2023 baru terealisasi 13,1% atau lebih rendah dibandingkan target 17,9%.
Namun dia menekankan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk mengejar target bauran energi 23% pada 2025 mendatang. Bahkan hingga 2025 mendatang, Indonesia mentargetkan ada 10,6 GW EBT yang terpasang.
"Tahun 2025 itu kita targetkan 23% bauran, tetapi saat ini kita masih pada level 13,1 persen. Sehingga ini perlu upaya-upaya keras untuk bisa mendekati target capaian di tahun 2025 tersebut," jelasnya.
Sementara itu, di kesempatan terpisah, Arifin penyebab masih jauhnya bauran EBT saat ini salah satunya disebabkan lantaran adanya covid yang mewabah di Indonesia selama beberapa tahun kemarin.
"Kemudian juga kita masih harus mempersiapkan infrastruktur, pertama infrastruktur kemudian kita harus bisa create deamand. Infrastruktur sudah kita programkan, kita harus bisa membangun jaringan transmisi EBT yang demikian banyak terdapat sumbernya di Indonesia," tutur Arifin.
Arifin juga mengakui bahwa pemerintah masih harus memperbaiki regulasi atau kebijakan yang dapat menari investasi.
"Kita harus perbaiki lagi regulasi-regulasi, kebijaka-kebijakan yang memang bisa menarik invetsasi. Kita harus create demand bagaimana demand listrik yang tumbuh cukup signifikan kedepan itu semua diisi oleh EBT," tegasnya.
(Feby Novalius)