Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jasa Pengiriman Logistik Sasar Pelaku UMKM

Fadila Nur Hasan , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2024 |15:57 WIB
Jasa Pengiriman Logistik Sasar Pelaku UMKM
Jasa pengiriman logistik sasar pelaku UMKM (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Pelaku UMKM mendapatkan fleksibilitas dari aplikasi layanan pengiriman barang yang dapat memudahkan dalam berbisnis. Hingga saat ini, semakin banyak pula pelaku bisnis yang menggunakan aplikasi pengiriman barang.

Di Indonesia, layanan kurir biasanya digunakan untuk pengiriman pribadi seperti mengirim dan menerima parsel untuk keluarga ataupun teman, serta pengiriman untuk pembelian dari pelaku bisnis kepada konsumen.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa setiap pengguna ketiga (35%) dari aplikasi pengiriman barang, menggunakan aplikasi tersebut untuk kebutuhan bisnis setidaknya 2 kali dalam seminggu, seperti mengirim produk ke klien atau menerima barang dari pemasok mereka.

"Kami percaya bahwa fleksibilitas dan kemudahan yang membuat layanan ini sangat nyaman untuk bisnis yang membutuhkan pengiriman, tidak perlu terikat kontrak atau mempekerjakan pengemudi penuh waktu. Kemunculan aplikasi pengiriman ini benar-benar mengubah permainan dan membuat pengiriman menjadi jauh lebih mudah diatur serta lebih terjangkau, serta sangat penting bagi small business yang beroperasi dengan margin keuntungan yang lebih ketat," ujar Business Development Specialist - Courier SEA & SA inDrive Harris Rilandi, dikutip Jumat (2/2/2024).

InDrive mengatakan berdasarkan wilayah, pengiriman melalui aplikasi dapat menawarkan beberapa pilihan mode, mulai dari mobil atau sepeda motor, hingga sepeda ataupun berjalan kaki, sehingga pengguna dapat memilih mode yang termurah dan tercepat sesuai dengan kebutuhan mereka.

Di Indonesia, pengguna mobil (58%) dan sepeda motor (37%) merupakan mode transportasi yang paling banyak dipilih untuk mengirim paket, serta setengah dari responden setuju untuk menghindari pengiriman paket dengan berjalan kaki, karena lokasi pengiriman yang beragam.

Sementara itu banyak dari pelaku UMKM mengatakan pengiriman produknya melalui berbasis aplikasi sangat efisien dan sebagai contoh, dalam pengiriman kurir biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 menit tergantung lokasi pengiriman.

Sebelumnya ketika pandemi juga UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dalam pandemi covid-19. Kondisi ini membuat pengiriman barang, supply dan demand serta rantai pasok terganggu sehingga roda perekonomian di lini UMKM bisa tersendat.

"Dengan adanya pandemi yang pada awalnya memberikan dorongan luar biasa bagi pengiriman berbasis aplikasi, kenyamanan dan kemudahan penggunaannya telah menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, seperti yang ditegaskan oleh penelitian kami. Permintaan akan pengiriman berbasis aplikasi ini terus meningkat dan menjadi waktu yang menyenangkan untuk berada di industri ini," lanjut Harris.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement