Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyebab Kecelakaan KA Turangga vs Kereta Bandung Raya: Peralatan Persinyalan Sudah Tua

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 16 Februari 2024 |17:56 WIB
Penyebab Kecelakaan KA Turangga vs Kereta Bandung Raya: Peralatan Persinyalan Sudah Tua
Kecelakaa Kereta di Bandung. (Foto: KNKT)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono membeberkan kecelakaan tabrakan kereta yang melibatkan Kereta Api (KA) Turangga dengan KRL Bandung Raya di KM 181+700 petak jalan Stasiun Cicalengka Stasiun Haurpugur. Di mana kecelakaan itu disebabkan oleh faktor manusia dan perbedaan sistem antar stasiun.

Soerjanto menjelaskan, perbedaan sistem dan perangkat stasiun menjadi penyebab awal terjadi kegagalan komunikasi antar dua stasiun. Stasiun Cicalengka masih menggunakan peralatan mekanik atau analog, sedangkan stasiun Haurpugur sudah menggunakan sistem digital.

"Jadi memang semua ini ada faktor manusia, istilah dikami adalah human factor, kontribusi manusia, memang ada tetapi disini peralatan di Cicalengka merupakan peralatan mekanik yang memang sudah tua," kata Soerjanto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/2/2024).

Lebih lanjut, Soerjanto mengatakan perbedaan sistem ini mengharuskan sinyal yang diterima di Stasiun Cicalengka memerlukan alat bantu untuk mengolah informasi yang diterima dari Stasiun Haurgupur yang sudah menggunakan perangkat elektrik.

Akan tetapi, dalam menerima dan mengolah informasi tersebut yang terdapat faktor kesalahan manusia. Sebab hanya percaya pada informasi yang diterima tanpa melakukan konfirmasi ulang.

Faktor yang berkontribusi pada kasus kecelakaan ini yaitu, ditemukan uncommanded signal dari sistem interface akibat transien tegangan dengan amplitudo sangat tinggi dalam waktu sangat singkat saat operasi pensaklaran relay yang mungkin dipengaruhi oleh kondisi pengkabelan serta grounding system interface dan peralatan blok mekanik di Stasiun Cicalengka.

Uncommanded signal yang terjadi terproses oleh sistem persinyalan blok elektrik St. Haurpugur yang kemudian ditampilkan sebagai indikasi telah diberi "Blok Aman" sehingga PPKA Stasiun Haurpugur dapat melanjutkan proses pelayanan rute untuk KA 350 CL Bandung Raya menuju Stasiun Cicalengka.

"Nah karena di haurpugur itu elektrik, supaya masih bisa beroperasi antara yang mekanik dan elektrik maka yang Cicalengka dipasang yang namanya interface, supaya informasi yang berupa mekanik atau analog dirubah menjadi digital, yang disalurkan melalui fiber optik," sambungnya.

KNKT menyimpulkan bahwa kecelakaan ini terjadi akibat adanya sinyal yang dikirim sistem interface tanpa perintah peralatan persinyalan blok mekanik (uncommanded signal) St. Cicalengka yang terproses oleh sistem persinyalan blok elektrik St. Haurpugur.

Uncommanded signal tersebut kemudian ditampilkan pada layar monitor St. Haurpugur sebagai indikasi seolah-olah telah diberi 'Blok Aman' oleh St. Cicalengka. Hal ini berdampak pada proses pengambilan keputusan selanjutnya untuk pelayanan KA dari masing-masing stasiun.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement