Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Bea Cuai Musnahkan 1 Ton Jajanan Viral Roti Milk Bun dari Thailand

Meliana Tesa , Jurnalis-Senin, 11 Maret 2024 |08:28 WIB
Alasan Bea Cuai Musnahkan 1 Ton Jajanan Viral Roti Milk Bun dari Thailand
Bea Cukai Musnahkan Roti Milk Bun dari Thailand. (Foto: Okezone.com/Bea Cukai)
A
A
A

JAKARTA – Bea Cukai Soekarno-Hatta bekerjasama Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) menyita dan memusnahkan roti milk bun, olahan pangan viral asal Thailand, hingga 2.564 buah atau sekira 1 ton. Hal ini sebagai bentuk pencegahan peredaran makanan untuk komersial tanpa izin.

Penyitaan tersebut didapat dari hasil 33 penindakan terhadap barang bawaan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Pada Februari 2024. Hasilnya, ribuan milk bun yang jika dikalkulasikan bernilai Rp400 jutaan, disita oleh petugas.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo menjelaskan, bahwa penindakan tersebut disebabkan bawaan penumpang yang melebihi batas.

Tindakan petugas telah sesuai sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Nomor 28 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pengawasan Pemasukan Obat dan Makanan ke Dalam Wilayah Indonesia.

“Jadi batas bawaan olahan pangan adalah 5 Kg per penumpang, jika melebihi batas dan tidak disertai izin dari Badan POM, maka atas kelebihannya akan dilakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Gatot, dikutip Senin (11/3/2024).

Dari hasil 33 penindakan, Gatot mengatakan bahwa rata-rata setiap penumpang membawa puluhan hingga ratusan buah milk bun dengan berbagai varian. Jumlah tersebut sangat tidak wajar jika untuk konsumsi pribadi, sehingga menimbulkan kecurigaan makanan tersebut bertujuan komersial atau jasa titipan (Jastip).

"Selain itu penumpang juga tidak memiliki izin edar BPOM, yang merupakan syarat untuk membawa barang tersebut," ungkap Gatot.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement