JAKARTA - Senat Amerika Serikat (AS) akhirnya meloloskan paket rancangan undang-undang (RUU) fiskal sebesar USD1,2 triliun, setelah melakukan dialog alot selama hampir enam bulan yang membuat operasional pemerintah terancam tutup. RUU tersebut sekarang diserahkan kepada Presiden Joe Biden untuk disahkan menjadi undang-undang.
Paket pendanaan itu disetujui dengan suara 74 banding 24. Keputusan tersebut diambil setelah pendanaan lembaga-lembaga tersebut habis pada tengah malam.
Meskipun begitu, Gedung Putih mengirimkan pemberitahuan sesaat setelah batas waktu itu berakhir, mengumumkan bahwa Kantor Manajemen dan Anggaran telah menghentikan persiapan penutupan karena keyakinan yang tinggi bahwa Kongres akan menyetujui legislasi tersebut dan presiden akan menandatanganinya pada Sabtu (23/3/2024)
“Karena kewajiban dana federal dikeluarkan dan dipantau setiap hari, lembaga-lembaga tersebut tidak akan tutup dan dapat melanjutkan operasi normal mereka,” kata pernyataan Gedung Putih.
Peluang terjadinya penutupan pemerintah dalam waktu dekat tampaknya meningkat pada Jumat malam setelah Partai Republik dan Demokrat berbeda pendapat mengenai usulan amandemen terhadap RUU tersebut.
Setiap amandemen yang disetujui terhadap RUU akan mengirimkan undang-undang tersebut kembali ke DPR, yang saat ini sedang melakukan masa reses selama dua minggu.