Selain itu, ada ketakutan bahwa yang diincar oleh Israel adalah kilang-kilang minyak di Iran, sehingga kebutuhan produksi untuk pemenuhan anggota negara OPEC ini akan mengalami penurunan dan membuat harga minyak mentah akan mendidih dan kemungkinan akan menyentuh level USD100 per barel dalam 2024.
Sedangkan untuk rupiah sendiri, penguatan indeks dolar AS ini salah satu penyebab rupiah mengalami pelemahan.
Di sisi lain, lanjut Ibrahim, pada masa cuti yang begitu lama hampir 8 hari ini membuat indeks dolar itu terus mengalami penguatan signifikan, sehingga rupiah di perdagangan internasional terus mengalami pelemahan.
"Karena secara internal Bank Indonesia tidak bisa melakukan intervensi, kemudian data-data ekonomi Indonesia tidak bisa dirilis karena bersamaan dengan libur Idulfitri, wajar kalau rupiah terus mengalami pelemahan diatas Rp16.000," pungkasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.