Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Impor RI di Agustus 2024 USD20,67 Miliar, Turun 4,39%

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 17 September 2024 |11:45 WIB
Impor RI di Agustus 2024 USD20,67 Miliar, Turun 4,39%
Impor Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2024 (Foto:
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor pada Agustus 2024 sebesar USD20,67 miliar. Angka ini turun 4,93% dibandingkan Juli 2024.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, impor migas senilai USD2,65 miliar atau turun 25,56% secara bulanan. Sementara itu impor nonmigas senilai USD18,02 miliar juga mengalami penurunan 0,89% secara bulanan.

"Penurunan nilai impor secara bulanan ini disebabkan oleh yang pertama, penurunan nilai impor migas dengan andil sebesar -4,18%, sementara itu andil penurunan nilai impor nonmigas adalah sebesar -0,75%," ujar Pudji dalam konferensi pers Rilis BPS, Selasa (18/9/2024).

Menurut Pudji, secara tahunan nilai impor Agustus 2024 meningkat 9,46%, untuk impor migas nilainya turun 0,51% yang disebabkan oleh penurunan rata-rata harga agregat.

Sementara itu untuk nonmigas nilainya naik 11,09% dengan komoditas yang mengalami peningkatan tertinggi adalah bijih logam terak dan abu yang meningkat 126,92%.

Untuk impor Indonesia menurut penggunaan pada Agustus 2024, secara bulanan nilai impor barang konsumsi turun USD94,99 juta atau minus 4,58%, bahan baku atau penolong ini juga turun USD1,15 miliar atau minus 7,16%, dan sementara bahan barang modal masih naik sebesar USD170,58 juta atau 4,69%.

Bahan baku penolong sumbang setidaknya 72% dari total impor Agustus 2024, kemudian secara tahunan hanya nilai impor barang konsumsi yang mengalami penurunan sedangkan impor bahan baku penolong dan barang modal mengalami peningkatan.

"Barang konsumsi turun 7,40% bahan baku penolong meningkat 11,53% sedangkan barang modal meningkat 11,92%," pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement