Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pinjol Salurkan Pinjaman Rp13,24 Triliun per 6 Desember 2024

Taufik Fajar , Jurnalis-Kamis, 12 Desember 2024 |18:15 WIB
Pinjol Salurkan Pinjaman Rp13,24 Triliun per 6 Desember 2024
Pinjaman online Salurkan Pinjaman. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) melaporkan total penyaluran pinjaman mencapai Rp13,24 triliun dengan 1,46 juta jumlah transaksi sepanjang tahun berjalan (ytd) hingga 6 Desember 2024.

Penyaluran pinjaman selama 2024 disertai dengan Tingkat Wanprestasi (TWP90) yang cukup solid, yakni di level 0,21 persen.

“Nah TWP90 kita itu, Tingkat Wanprestasinya ada di angka 0,21%. 0,21% ketika rata-rata (TWP90) industrinya (fintech P2P lending) 2,38%. Maka itu kita di bawah rata-rata industri tahun ini,” ujar Chief of Public Affairs AdaKami Karissa Sjawaldy pada acara Media Gathering Akhir Tahun AdaKami di Jakarta, Kamis (12/12/2024).

Dia menjelaskan, capaian penyaluran pinjaman perusahaan di akhir tahun ini menunjukkan komitmen AdaKami untuk berkontribusi memberikan akses pembiayaan terhadap masyarakat yang masih dalam kategori underserved dan underbanked.

Menurutnya saat ini lebih dari 95 juta orang Indonesia yang belum memiliki akses keuangan. Bahkan, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat, kesenjangan finansial di Indonesia saat ini telah mencapai Rp1.650 triliun.

Dia menilai masih lebarnya kesenjangan finansial bakal menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi delapan persen.

“Nah di situlah kemudian ada ruang bagi fintech lending untuk masuk, yang harus didorong untuk dapat kita mendukung pertumbuhan delapan persen itu adalah kontribusi dari sektor UMKM, di mana UMKM itu berkontribusi hampir lebih dari 60 persen terhadap PDB Indonesia,” ujarnya.

Untuk merealisasikan sasaran tersebut, AdaKami menekankan pada tiga pilar strategi utama, yakni melalui kolaborasi, teknologi, dan edukasi.

Dalam pilar kolaborasi, hingga saat ini AdaKami telah menjalin kerja sama dengan sembilan bank guna memperluas akses pembiayaan. Strategi kedua, AdaKami memperluas pembiayaan yang berkualitas melalui inovasi teknologi. Ketiga teknologi yang digunakan perusahaan yakni big data, kecerdasan artifisial (AI), dan machine learning.

Kemudian, guna mengimbangi inovasi teknologi agar lebih aman bagi nasabah, strategi ketiga AdaKami yakni lewat edukasi.

“Tapi teknologi kan seperti orang sering bilang seperti pisau bermata dua. Ada celah-celah, bagaimana masyarakat ini juga bisa diajak untuk memanfaatkan keunggulan teknologi ini secara sesuai? Supaya tidak menjadi korban penipuan dan lain-lain,” jelas Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement