Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ngamuk Beli Gas Elpiji 3 Kg Susah, Netizen: Lempar Tabung ke Muka Bahlil!

Tangguh Yudha , Jurnalis-Selasa, 04 Februari 2025 |10:42 WIB
Ngamuk Beli Gas Elpiji 3 Kg Susah, Netizen: Lempar Tabung ke Muka Bahlil!
Ngamuk Beli Gas Elpiji 3 Kg Susah, Netizen: Lempar Tabung ke Muka Bahlil! (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Media sosial diramaikan dengan kasus antrean pembelian elpiji 3 kg di banyak daerah. Hal ini pun membuat netizen geram dengan kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Tidak sedikit netizen yang mengutarakan kekesalannya terhadap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

1. Netizen Geram

Bukan tanpa alasan, kebijakan baru Bahlil yang menghentikan distribusi elpiji 3 kg ke warung pengecer dinilai telah mempersulit masyarakat untuk mendapatkan elpiji 3 kg. Saat ini masyarakat harus membeli elpiji 3 kg ke pangkalan yang cenderung lebih jauh.

"Bahlil halangi rezeki pengecer gas elpiji 3 kg tapi dia memberikan karpet merah kepada Oligarki macam investor Rempang," kata salah satu netizen dengan akun @cakkhum, dikutip Selasa (4/2/2025).

"Bahlil pembunuh, ibu2 antri elpiji sampe kelelahan, bangsat2," timpal netizen lain dengan akun @kolongkoi.

"Lempar tabung elpiji ke muka Bahlil," sahut netizen lainnya dengan akun @aliyidincjdw.

2. Penjelasan Bahlil Soal Kebijakan Elpiji

Bahlil sebelumnya telah buka suara terkait kebijakan yang tengah hangat diperbincangkan masyarakat, yakni soal elpiji 3 kg tak lagi disalurkan ke warung pengecer. Menurutnya, hal ini bukan tanpa alasan.

Bahlil menjelaskan bahwa langkah tersebut sengaja diambil untuk menghindari permainan harga yang terjadi di lapangan. Dengan elpiji 3 kg kini hanya bisa didapat dari pangkalan, maka harganya diharapkan bisa lebih tertib dan sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

"Selama ini kan Pertamina menyuplai ke agen, agen menyuplai ke pangkalan, pangkalan menyuplai ke pengecer. Laporan yang masuk ke kami itu kan ada yang memainkan harga," ungkap Bahlil dalam konferensi pers.

Lebih jauh Bahlil mengatakan bahwa seharusnya harga elpiji 3 kg tidak lebih dari Rp5.000-Rp6.000 karena pemerintah telah memberikan subsidi sebesar Rp12.000 per kg. Namun dengan adanya pihak yang memainkan harga, maka harga yang sampai ke masyarakat lebih tinggi.

"Laporan yang masuk ke kami, subsidi ini, elpiji ini, ada yang sebagian tidak cepat sesaran. Ya maaf-maaf, tidak bermaksud curiga nih, ada satu kelompok orang yang membeli elpiji dengan jumlah yang tidak wajar. Nah dalam rangka menertibkan (harga), maka kita buatlah regulasi," ujar Bahlil.

Dirinya kemudian menegaskan bahwa ke depan masyarakat bakal mendapat harga elpiji 3 kg dengan harga sebenarnya dan ini akan berlaku sama untuk semua pangkalan. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan mengontrol langsung besaran harganya.

"Karena harga sampai di pangkalan itu pemerintah bisa kontrol. Kalau harga di pangkalan itu dinaikkan, izin pangkalannya dicabut, dikasih denda, dan kita bisa tahu siapa pemainnya," tandasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement