Selain itu, diskusi juga menyentuh sektor teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan (AI), di mana Saudi memiliki investasi signifikan di bidang intellectual property untuk game dan olahraga.
Namun, Anindya menekankan bahwa industri halal menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut.
"Itu di garis bawah, karena industri halal ini, tentunya kedua negara ini bisa menjadi pangsa pasar dan bisa menjadi yang satu produsen ekspor ke ASEAN. Mereka bisa ekspor tentunya ke Eropa dan tempat-tempat lain di barang. Walaupun juga di Central Asia misalnya, kan banyak sekali yang mengedepankan produk halal," ungkapnya.
Anindya juga menyampaikan kemungkinan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Arab Saudi dalam waktu dekat, yang diyakini akan meningkatkan kesadaran dan kerjasama yang lebih erat antara kedua negara. Pertemuan dengan Kadin Saudi juga dinilai positif dan agresif dalam memahami potensi Indonesia.
"Sudah waktunya lah. Tadi juga ketemu dengan Kadin-nya Saudi, juga cukup agresif, sangat mengetahui Indonesia. Mudah-mudahanlah, kita di Kadin ini kan tugas kita ini sebenarnya gampang-gampang susah. Maksudnya kita fokus untuk membuka trade lebih banyak lagi ke tempat-tempat yang trade-nya bisa dikembangkan, dan sebaliknya juga untuk membantu investasi, both sides, dan Saudi tentunya dengan kekayaannya, mempunyai kemampuan untuk melakukan financing buat kita," pungkas Anindya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)