Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dukung Swasembada Pangan, Penyaluran Pupuk Subsidi Tembus 3 Juta Ton 

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 06 Juni 2025 |08:11 WIB
Dukung Swasembada Pangan, Penyaluran Pupuk Subsidi Tembus 3 Juta Ton 
3 Juta Ton Pupuk Subsidi Sudah Tersalurkan ke Petani. (Foto: Okezone.com/Pupuk Indonesia)
A
A
A

JAKARTA - PT Pupuk Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan menyalurkan pupuk subsidi secara optimal. Hingga Mei 2025, perusahaan mencatat penyaluran pupuk subsidi telah mencapai lebih dari 3 juta ton, angka tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Salah satu bukti nyata juga, penyerapan pupuk hingga bulan Mei lebih dari 3 juta ton. Itu tidak pernah terjadi sebelumnya," ujar Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, Jumat (6/6/2025).

Lebih lanjut, Rahmad mengungkapkan bahwa Pupuk Indonesia juga berhasil menyederhanakan sejumlah regulasi penebusan pupuk, sehingga petani bisa mulai mendapatkan pupuk subsidi sejak 1 Januari 2025. Menurutnya, ini merupakan capaian bersejarah yang tidak pernah terjadi sebelumnya karena selama ini dihambat oleh aturan yang kompleks.

"Lebih hebatnya lagi, tanggal 1 Januari 2025, pertama kali dalam sejarah seluruh petani yang ada di Indonesia bisa menebus pupuk di tanggal itu. Sebelumnya tidak bisa karena aturannya berlapis. Tapi kita berhasil menyederhanakan melalui gotong royong, sehingga pupuk bisa ditebus mulai tanggal 1," jelasnya.

"Artinya apa? Sudah bisa tersalur dengan baik," tambah Rahmad.

Pupuk Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi pupuk sebesar 14,5 juta ton dalam setahun. Sementara alokasi pupuk bersubsidi dari Pemerintah untuk tahun 2025 sebesar 9,55 juta ton.

“Kalau ngomong availability kita aman, kita hingga bulan Mei 2025 sudah menyalurkan lebih dari 3 juta ton, dari alokasi 9,5 juta ton. Kita juga masih mempunyai stok pupuk sebanyak 2 juta ton. Rinciannya 1,4 juta ton pupuk bersubsidi dan 600 ribu ton adalah pupuk nonsubsidi,” ujar Rahmad. 

Dia menuturkan stok pupuk bersubsidi tersebut saat ini sudah tersebar di 27.000 kios resmi pupuk bersubsidi yang ada di seluruh Indonesia. Stok tersebut juga sudah bisa ditebus oleh petani yang berhak atau telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Untuk menjaga ketersediaan, Pupuk Indonesia mengoptimalkan teknologi. Pupuk Indonesia telah mengimplementasikan digitalisasi semua kios yang ada, salah satunya dengan aplikasi i-Pubers.

Dengan digitalisasi ini, petani  yang datang ke kios bisa tahu berapa alokasi mereka didapatkan. Tercatat juga berapa pupuk yang sudah mereka tebus, dan juga sisa alokasi yang masih bisa mereka tebus.

 

Ketika pupuk bersubsidi ditebus petani, Pupuk Indonesia melalui command center juga bisa meng-capture data seluruh Indonesia secara real time. Data yang di-capture bukan hanya data numerik saja tapi juga visualnya.

“Kita bisa memastikan bahwa pupuk itu ada dan sudah bisa ditebus oleh petani yang berhak. Itulah salah satu peran penting menjaga availability, tidak saja di gudang-gudang pabrik, tapi juga kita pastikan seluruh stok itu sudah tersebar di seluruh wilayah melalui jaringan penjualan kita,” tambah Rahmad.

Dia menjelaskan, untuk menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi, Pemerintah juga telah banyak melakukan penyederhanaan regulasi melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025. 

Tantangan sebelumnya, meski stok pupuk bersubsidi penuh di gudang-gudang, tapi regulasinya tidak memungkinkan untuk disalurkan karena aturannya berlapis.

Rahmad pun mengapresiasi kementerian-kementerian yang terlibat, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN dan kementerian lainnya.

Berkat Perpres tersebut, pupuk bersubsidi sudah bisa tersalurkan dengan baik, penebusan hingga Mei sangat tinggi. Kondisi ini, ungkap Rahmad, tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Mulai pukul 00.00 di tanggal 1 Januari 2025, pertama kali dalam sejarah, seluruh petani yang ada di seluruh Indonesia sudah bisa menebus pupuk bersubsidi. Sebelumnya tidak bisa karena aturannya berlapis. Perpres ini merupakan bukti nyata gotong royong seluruh stakeholder yang menyepakati bahwa pupuk adalah komoditas penting bagi produktivitas pertanian,” ujar Rahmad.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement