Kesempatan yang sama, Kepala BMKG Marsekal Madya TNI M Syafi'i mengatakan hingga saat ini pihaknya belum memiliki teknologi seperti side scan sonar, echosounder, hingga operator yang bisa mendeteksi adanya bekas kapal tenggelam di dasar laut.
"Dengan keterbatasan anggaran kami belum bisa memenuhi, seperti sonar, echosounder, itu kami rencanakan tahun depan," tambahnya.
Syafi mengatakan saat ini baru ditemukan radar di 2 titik yang mengindikasikan ada benda besar di bawah laut Selat Bali. Namun belum dapat dipastikan apakah radar tersebut adalah bangkai kapal atau bukan karena masih dalam proses investigasi.
"Kami sudah mendeteksi ada 2 titik lokasi yang memungkinkan (bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya), objek itu panjangnya berkisar antara 50-60 meter, itu yang hari ini sedang di fokuskan di situ," pungkasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.