Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rosan Ungkap Alasan Dirut Garuda Indonesia Diganti yang Belum 1 Tahun Menjabat

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 16 Oktober 2025 |08:44 WIB
 Rosan Ungkap Alasan Dirut Garuda Indonesia Diganti yang Belum 1 Tahun Menjabat
Rosan Ungkap Alasan Dirut Garuda Indonesia Diganti yang Belum 1 Tahun Menjabat (Foto: Glenny Dirut Baru Garuda/Garuda Indonesia)
A
A
A

JAKARTA - CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani buka suara soal alasan pergantian posisi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Kini posisi Dirut Garuda Indonesia dijabat Glenny H Kairupan, menggantikan Wamildan Tsani yang belum menjabat selama satu tahun.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui pengangkatan Glenny H Kairupan, seorang purnawirawan TNI yang sebelumnya menjabat Komisaris Garuda Indonesia diangkat Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru.

"Sebetulnya kalau dilihat, memang itu pergantiannya secara keseluruhannya, kalau dilihat lebih dalam karena Danantara kan, kita backgroundnya dulu ya sedikit ya kita kan juga ingin memperkuat Garuda ini secara keseluruhan baik dari finansialnya, dari planningnya dan yang lain-lainnya kan," kata Rosan  setelah menghadiri Grand Finale Dinner Forbes Global CEO Conference di Jakarta, Rabu (15/10/2025) malam.

Perubahan lainnya meliputi penunjukan Thomas Sugiarto Oentoro sebagai wakil direktur utama, Balagopal Kunduvara sebagai direktur keuangan dan manajemen risiko, Neil Raymond Mills sebagai direktur transformasi, serta Frans Dicky Tamara sebagai komisaris.

Dia mengatakan, perubahan direksi tersebut tindak lanjut dari upaya penguatan yang telah dilakukan sebelumnya, salah satunya penambahan modal senilai USD405 juta atau setara Rp6,71 triliun.

Ke depan, pihaknya berencana untuk kembali memperkuat permodalan Garuda Indonesia, dengan catatan rencana kerja perseroan dapat berjalan dan dieksekusi dengan baik.

"Kita menunjukkan bahwa kita tidak setengah-setengah dalam mereka menyehatkan Garuda ini," katanya.

 

Meskipun demikian, Rosan mengakui, penambahan modal masih belum cukup untuk menyehatkan perseroan, sehingga kini dua profesional asing direkrut sebagai upaya penguatan dari sisi manajemen perusahaan.

“Garuda kan dari dulu kan coba disehatkan berkali-kali, sudah di-inject (disuntik tambahan) modalnya, tapi kan tidak mencapai hasil maksimal. Nah sekarang kami tidak mau setengah-setengah karena paling penting kan dari segi manajemennya yang mempunyai goals (tujuan) dan rencana yang baik,” katanya.

Kedua ekspatriat tersebut adalah Neil Raymond Mills yang pernah menjadi petinggi Air Italy, Green Africa Airways, hingga Scandinavian Airlines serta Balagopal Kunduvara yang berpengalaman menjabat di Singapore Airlines.

“Justru ada ekspat yang kami masukkan sebagai penguatan dari segi manajemen,” kata Rosan Perkasa Roeslani.

Dia menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja perseroan selama setahun terakhir, bekerja sama dengan penasihat (advisor) khusus di sektor aviasi.

“Setelah kami melakukan analisa menyeluruh, dibantu juga dengan advisor khusus penerbangan, ini sudah berjalan kurang lebih sebetulnya hampir setahun. Sesuai dengan evaluasi yang sudah setahun lebih ini ya kami melakukan penguatan dari segi manajemennya,” katanya.

Berikut pengurus baru perseroan:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
Komisaris: Chairal Tanjung
Komisaris: Frans Dicky Tamara
Komisaris Independen: Mawardi Yahya

Dewan Direksi 

Direktur Utama: Glenny H. Kairupan
Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
Direktur Teknik: Mukhtaris
Direktur Human Capital & Corporate Service: Eksitarino Irianto
Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement