JAKARTA - Masyarakat sudah bisa mengambil Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) atau BLT Kesra Rp900.000 di kantor pos. BLT dicairkan untuk kuota distribusi triwulan IV-2025 pada pekan ini.
Penyaluran BLT di kantor pos dimulai pekan ini dengan menyasar 11,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), karena mereka belum memiliki rekening bansos reguler sehingga penyalurannya akan dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
"Penyaluran direncanakan mulai dilakukan setelah dana masuk ke kami pekan ini. Bantuan dapat langsung disalurkan dimulai dua hari setelah dana diterima," kata Senior Vice President Government and Corporate Pos Indonesia Hendra di Jakarta.
Hendra memastikan penyaluran akan dilakukan secara cepat karena bantuan sangat dibutuhkan masyarakat. PT Pos juga akan membuka layanan pada hari Sabtu dan Minggu untuk mempercepat penyelesaian penyaluran kepada seluruh KPM.
Penyaluran dilakukan melalui tiga pola, yakni pembayaran langsung di kantor pos, pembayaran di komunitas untuk warga yang tinggal jauh dari kantor pos, serta layanan antar ke rumah bagi lansia, disabilitas, atau penerima yang sakit.
Bagi yang bisa datang ke kantor pos, dia menyebutkan, para penerima manfaat diharapkan membawa surat pemberitahuan dari kantor pos setempat, serta identitas diri, baik KTP maupun kartu keluarga apabila diwakili anggota keluarga lain.
"Seluruh proses, akan diatur bersama pemerintah daerah untuk mencegah kerumunan sebagaimana hasil pertemuan dengan pak Menteri Sosial tadi," katanya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, proses penyaluran bansos dan BLTS ini mengikuti hasil verifikasi daerah dan pemutakhiran data BPS.
"Agar bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang berhak," kata dia.
Kementerian Sosial menerima penugasan penyaluran bansos reguler berupa bantuan Program Keluarga Harapan - sembako, dan BLTS untuk triwulan IV 2025 dengan total kuota 35.046.783 KPM.
Dari kuota tersebut tercatat ada sebanyak 16,3 juta KPM lama dan 18,7 juta KPM baru yang berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Para penerima manfaat menerima dana stimulan secara keseluruhan senilai Rp900 ribu - Rp1,2 juta dari pemerintah
Saifullah mengungkapkan bahwa dari kuota tersebut Kementerian Sosial bersama mitra penyalur telah merampungkan penyaluran kepada sebanyak 15,7 juta KPM pada Oktober atau tahap pertama.
Kemudian untuk tahap kedua menyasar sebanyak 11,6 juta KPM. Mereka merupakan bagian dari 18,7 juta penerima manfaat baru, yang sudah terverifikasi berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Jadi masih ada delapan juta lebih KPM lagi yang akan disalurkan tahap ketiga. Kenapa belum disalurkan, ya, karena datanya masih dalam tahap pemuktahiran," kata dia.
Saifullah berharap penyaluran bantuan berjalan cepat dan selesai hingga akhir tahun ini sehingga dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sebagaimana arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Nah, semuanya ini adalah satu proses yang kita lalui dan kita harapkan tentu bantuan dari Presiden ini nanti bisa diterima mereka yang lebih berhak," kata dia.
(Dani Jumadil Akhir)