“Ketika klaster pertama ini beroperasi, kita bisa mengurangi penggunaan BBM hingga 2,3 juta kilometer per tahun dari sisi logistik,” ungkapnya.
Setelah fase pertama selesai, pengembangan akan berlanjut ke klaster berikutnya, termasuk wilayah yang masih bergantung pada BBM seperti Halmahera Timur, Sanana, Sofifi, Morotai, Bangka Belitung, hingga beberapa titik di Kalimantan. PLN EPI juga mempercepat proyek penguatan suplai gas di Jawa-Madura-Bali mengingat pasokan gas pipa dari Sumatera dan Jawa Timur diperkirakan semakin ketat.
Sejumlah FSRU baru tengah direncanakan antara lain FSRU Jawa Barat 2 di Muara Tawar, serta FSRU di Bali, Cilegon, Kalbar, Kalselteng, Pomala, dan Stargate.
“FSRU Jawa Timur akan menjadi penopang tambahan suplai jaringan transmisi gas, terutama untuk mendukung penambahan pembangkit CCCT Jawa–Bali 3,” jelas Agus.
Dia menegaskan bahwa keberhasilan eksekusi proyek-proyek tersebut membutuhkan dukungan seluruh mitra dan pemangku kepentingan. Menurutnya, konversi BBM ke gas tidak hanya meningkatkan efisiensi pembangkitan dan menurunkan BPP, tetapi juga mempercepat pemanfaatan energi yang lebih bersih.
“Kami idak bisa berjalan sendiri. PLN EPI mengundang seluruh partner untuk berkolaborasi agar suplai energi primer tetap andal, baik di Jawa, Bali, maupun luar Jawa. Bersama, kita wujudkan ketahanan energi yang efisien, bersih, dan andal” tutupnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.