“Ketiganya itu adalah kepastian pasokan sampah yang stabil dan terpilah, kemudian penerapan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan, dan transparansi tata kelola proyek serta akuntabel,” katanya.
Seperti diketahui, proyek waste to energy merupakan visi jangka panjang untuk dapat menyatukan isu lingkungan, kesehatan, dan energi, serta mencapai target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia tahun 2060.
Dalam proyek waste to energy, Danantara menargetkan 80 persen gas rumah kaca nasional bisa berkurang, lalu setiap unit PSEL menghasilkan listrik hingga 15 megawatt, serta menghemat 90 persen lahan TPA.
(Feby Novalius)