“Mungkin di kisaran segitu, nanti kita lihat seperti apa. Kan Oktober, November, Desember sudah beda kondisi ekonominya. Saya pikir sih akan lebih baik dibanding perkiraan sebelumnya,” kata Purbaya.
Purbaya turut menyampaikan optimisme bahwa kinerja perpajakan akan membaik pada 2026 apabila tren pemulihan ekonomi saat ini dapat dipertahankan.
Ia menyebut percepatan aktivitas ekonomi sejak akhir September membuat ruang penerimaan negara semakin positif.
“Kalau ekonominya sudah mulai kembali, harusnya masalah pajak bukan isu besar lagi,” ujarnya.
Dengan fokus menjaga keberlanjutan fiskal dan mendorong pemulihan ekonomi, pemerintah berharap defisit tetap terkendali tanpa perlu mengorbankan stabilitas pertumbuhan.
(Feby Novalius)