Sementara itu, Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menegaskan bahwa transformasi 2025 tidak hanya berbasis pada optimalisasi kekuatan alat produksi dan profitabilitas tetapi juga pada fondasi tata kelola dan kinerja yang berkelanjutan.
“Kekuatan kinerja operasional harus berjalan seiring dengan governance excellence, disiplin finansial, accountability business process, dan penguatan value creation. Setiap inisiatif operasional harus menghasilkan added value yang terukur—baik bagi pengguna jasa, investor, maupun ekosistem aviasi nasional,” jelas Thomas.
“Dengan tata kelola yang semakin kuat dan fokus bisnis yang berbasis data-driven market yang reliable, kami percaya Garuda Indonesia Group akan berdiri sebagai maskapai dengan nilai tambah tinggi, fondasi finansial yang lebih sehat, dan daya saing global yang semakin solid,” tambahnya.
(Feby Novalius)